Dukung jurnalisme lokal, bebas iklan dan bebas berkomentar. Daftar Member
Ekonomi

Isu MinyaKita Langka Mencuat, Disperindag Blitar Pastikan Stok Tersedia

MinyaKita disebut langka, namun Pemerintah Kota Blitar memastikan stok masih tersedia di pasar meski permintaan meningkat pasca-Lebaran.

Isu MinyaKita Langka Mencuat, Disperindag Blitar Pastikan Stok Tersedia
Ilustrasi stok minyakita

Poin Penting

  • Pemkot Blitar tegaskan MinyaKita masih tersedia di pasar tradisional.
  • Kelangkaan dipicu tingginya permintaan akibat selisih harga.
  • Distribusi rutin dari Bulog dilakukan setiap minggu.

Kabar Blitar – Isu kelangkaan minyak goreng kemasan MinyaKita di tingkat pedagang pasca-Lebaran memunculkan perbedaan persepsi antara kondisi di lapangan dan penjelasan pemerintah. 

Sejumlah pelaku usaha mengeluhkan stok yang sulit didapat, namun Pemerintah Kota Blitar memastikan distribusi produk tersebut tetap berjalan secara berkala.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar, Parminto, menegaskan bahwa informasi mengenai kekosongan MinyaKita perlu diluruskan. 

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, pasokan minyak goreng subsidi tersebut masih tersedia di sejumlah pasar tradisional.

“Terkait adanya informasi yang katanya MinyaKita kosong di pasaran, perlu kami tegaskan bahwa barang tersebut masih tersedia, baik di pasar tradisional seperti Pasar Templek, Pasar Pon, maupun Pasar Legi,” ujarnya.

Fenomena ini terjadi seiring kenaikan harga minyak goreng nonsubsidi yang mulai dirasakan masyarakat. 

Saat ini, harga minyak goreng kemasan di Kota Blitar rata-rata naik sekitar 5 persen menjadi Rp 25 ribu per liter. 

Sementara itu, minyak goreng curah juga mengalami kenaikan hingga menyentuh Rp 20 ribu per kilogram.

Kondisi tersebut mendorong pergeseran perilaku konsumen yang beralih ke MinyaKita karena harganya lebih terjangkau dibandingkan produk lain di pasaran.

Parminto menjelaskan, distribusi MinyaKita di Kota Blitar ditopang oleh jaringan 47 pedagang yang telah terdaftar dalam sistem Bulog sebagai penerima resmi. 

Rinciannya, 15 pedagang berada di Pasar Templek, 13 pedagang di Pasar Pon, dan 9 pedagang di Pasar Legi.

Ia juga memastikan pengiriman terbaru telah dilakukan pada Selasa (21/4), dengan alokasi lima dus untuk setiap pedagang. Setiap dus berisi kemasan dua liter, yang disalurkan untuk menjaga ketersediaan di tingkat pasar.

“Selasa kemarin sudah dikirim. Per pedagang dapat 5 dus MinyaKita. Setiap dusnya berisi kemasan 2 literan,” jelasnya.

Terkait kondisi stok yang kerap terlihat kosong di tingkat pengecer, Parminto menilai hal tersebut lebih disebabkan oleh tingginya permintaan masyarakat. 

Selisih harga yang cukup jauh dibanding minyak goreng nonsubsidi membuat produk ini cepat habis di pasaran.

“Memang di pasaran banyak dicari pembeli, karena harga lebih murah dibanding minyak medium yang lain. Tapi stoknya masih ada. Memang di pedagang eceran sudah mulai habis atau tinggal beberapa saja, karena pengiriman seminggu sekali,” tambahnya.

Meski demikian, pihaknya memastikan kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi selama distribusi rutin dari Bulog berjalan sesuai jadwal. 

Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian dalam jumlah berlebihan agar distribusi tetap merata.

“Kami harap masyarakat tidak panik. Barang masih ada dan tersedia karena Bulog kirim setiap seminggu sekali,” tandasnya.

#Disperindag Kota Blitar #Minyakita Blitar

Komentar 0

Baca Juga