Harga Telur Kian Melorot, Pemkot Blitar Salurkan Jagung Bersubsidi ke Peternak Ayam Petelur
DKPP Kota Blitar salurkan 747 ton jagung bersubsidi bagi 11 peternak ayam petelur untuk tekan biaya produksi di tengah harga telur anjlok.
Poin Penting
- Sebanyak 11 peternak ayam petelur skala mikro-kecil di Kota Blitar terima subsidi pakan jagung.
- Kota Blitar dapat alokasi 747 ton jagung SPHP, dijual Rp5.000/kg, lebih murah dari HET dan harga pasar.
- DKPP juga fasilitasi koperasi peternak buka stan penjualan telur di Car Free Day 5 Juli 2026.
Program ini merupakan kolaborasi Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Perum Bulog.
Kepala DKPP Kota Blitar Dewi Masitoh mengatakan pihaknya telah mendata peternak yang berhak menerima bantuan tersebut.
Hasil pendataan menunjukkan terdapat 11 peternak ayam petelur skala mikro dan kecil di Kota Blitar yang menjadi penerima program subsidi pakan jagung.
Menurut Dewi, Kota Blitar memperoleh alokasi sebanyak 747 ton jagung melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Melalui program ini, peternak dapat membeli jagung dengan harga Rp5.000 per kilogram, lebih rendah dibandingkan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp5.500 per kilogram maupun harga pasar yang saat ini berkisar Rp6.500 hingga Rp7.000 per kilogram.
"Pakan ternak SPHP jagung ini merupakan program Bapanas yang bekerja sama dengan Bulog. Peternak dapat mengambil atau membeli pakan jagung bersubsidi tersebut melalui Bulog," kata Dewi.
Program pembelian jagung bersubsidi ini telah berjalan sejak Juni 2026. Selain membantu menekan biaya produksi, DKPP juga berupaya memperluas pemasaran hasil peternak dengan memfasilitasi koperasi peternak ayam petelur membuka stan penjualan telur dalam kegiatan Car Free Day (CFD) yang digelar pada 5 Juli 2026.
Melalui kolaborasi dengan Bapanas dan Bulog, Dewi berharap biaya produksi peternak dapat ditekan sehingga usaha ayam petelur tetap bertahan di tengah rendahnya harga telur di pasaran. Dengan demikian, pasokan telur bagi masyarakat juga diharapkan tetap terjaga.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.