Garap Rute Wisata Terpadu di Blitar, Jalur Rekreasi Kota dan Kabupaten Bakal Terhubung
Disbudpar Kota Blitar susun rute wisata lintas daerah bersama Pemkab Blitar, hubungkan destinasi seperti Kampung Coklat, Makam Bung Karno, dan Istana Gebang.
Poin Penting
- Disbudpar Kota Blitar susun konsep rute wisata lintas daerah bersama Pemkab Blitar, masih menunggu penandatanganan MoU dan PKS.
- Rute barat rencananya hubungkan Sumber Udel dan Makam Aryo Blitar dengan wisata religi di Kabupaten Blitar; rute selatan padukan Kampung Coklat dengan Masjid Ar-Rahman, Istana Gebang, dan Makam Bung Karno.
- Sembari menunggu kerja sama rampung, Disbudpar tetap jalankan agenda pariwisata terjadwal seperti Blitar Ethnic National (BEN) Carnival 2026.
KBRB – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Blitar mulai menyusun konsep rute wisata lintas daerah bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar.
Rute tersebut disiapkan untuk menghubungkan sejumlah destinasi unggulan di Kota dan Kabupaten Blitar sehingga wisatawan memiliki pilihan perjalanan yang lebih terintegrasi.
Plt Kepala Disbudpar Kota Blitar, Rike Rochmawati, mengatakan kerja sama tersebut masih dalam tahap penyusunan dan menunggu penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) serta Perjanjian Kerja Sama (PKS).
"Kita ada MoU dan PKS dengan menggabungkan paket wisata yang ada di Kota Blitar dan Kabupaten Blitar untuk diintegrasikan. Saat ini masih dalam proses penyusunan," ujar Rike.
Sejumlah destinasi mulai dipetakan untuk masuk dalam konsep rute wisata tersebut.
Untuk kawasan barat Kota Blitar, misalnya, Sumber Udel dan Makam Aryo Blitar direncanakan terhubung dengan destinasi di wilayah barat Kabupaten Blitar, termasuk wisata religi yang berkaitan dengan Gus Iqdam.
Sementara untuk rute kawasan selatan, Kampung Coklat di Kabupaten Blitar direncanakan dipadukan dengan sejumlah destinasi di Kota Blitar, seperti Masjid Ar-Rahman, Istana Gebang, dan Makam Bung Karno.
"Misalnya paket wisata di Kota Blitar sisi barat seperti Sumber Udel dan Makam Aryo Blitar menjadi satu paket dengan wisata religi di Kabupaten Blitar. Begitu juga Kampung Coklat bisa dipadukan dengan destinasi wisata religi dan sejarah yang ada di Kota Blitar," jelasnya.
Meski konsep rute sudah mulai disusun, implementasinya belum dapat dilakukan sebelum bentuk kerja sama antara kedua pemerintah daerah disepakati.
"Yang jelas sekarang masih tahap penyusunan. Setelah MoU dan PKS selesai, baru bisa ditindaklanjuti pelaksanaannya," katanya.
Sembari menyiapkan kerja sama tersebut, Disbudpar Kota Blitar tetap menjalankan agenda pariwisata yang telah masuk kalender kegiatan daerah, salah satunya Blitar Ethnic National (BEN) Carnival 2026 yang dijadwalkan berlangsung bulan ini.
"Kami tetap fokus menyukseskan agenda pariwisata yang sudah terjadwal. Harapannya, ketika kerja sama ini terealisasi nanti, rute wisata yang disusun bisa menjadi pelengkap untuk memperkuat sektor pariwisata di Blitar Raya," pungkas Rike.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.