Gaji di Negeri Sendiri Belum Cukup Menjanjikan, 3.636 Warga Blitar Memilih Jadi PMI
Sebanyak 3.636 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Blitar mengantongi dokumen resmi e-PMI selama Januari–Juli 2026. Data Disnaker Kabupaten Blitar menunjukkan PMI perempuan mendominasi dengan 2.489 orang.
Poin Penting
Disnaker Kabupaten Blitar mencatat 3.636 PMI resmi selama Januari–Juli 2026.
PMI asal Kabupaten Blitar didominasi lulusan SMA atau sederajat.
Kelompok usia 20–29 tahun menjadi yang terbanyak.
Kabar Blitar – Sebanyak 3.636 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Blitar tercatat mengantongi dokumen resmi e-PMI untuk bekerja di luar negeri selama Januari hingga Juli 2026.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Blitar, Ivong Bertryanto, mengatakan faktor ekonomi dan harapan memperoleh penghasilan lebih tinggi menjadi alasan warga memilih bekerja di luar negeri.
"Sebagian besar warga memilih menjadi PMI ke luar negeri karena mengincar pendapatan dan penghasilan yang lebih layak dibandingkan di dalam negeri," katanya.
Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat 3.636 orang yang tercatat sebagai PMI.
"Dari data kami, kaum perempuan mendominasi dengan 2.489 orang, sementara PMI laki-laki tercatat 1.147 orang," ujarnya.
Berdasarkan tingkat pendidikan, PMI asal Kabupaten Blitar didominasi lulusan SMA atau sederajat sebanyak 1.755 orang, terdiri atas 739 laki-laki dan 1.016 perempuan.
"Berikutnya, terdapat 1.353 PMI lulusan SMP atau sederajat, 460 orang lulusan SD atau sederajat, serta 61 orang dari jenjang sarjana dan diploma," paparnya.
Dari sisi usia, kelompok 20–29 tahun menjadi yang terbanyak dengan 1.454 orang, disusul kelompok usia 30–39 tahun sebanyak 1.218 orang dan usia 40–49 tahun sebanyak 743 orang.
"Selain itu, terdapat 79 PMI yang berusia di bawah 20 tahun," sambungnya.
Ivong mengatakan Disnaker terus memantau kondisi PMI asal Kabupaten Blitar di negara penempatan untuk memastikan perlindungan dan pemenuhan hak-hak mereka selama bekerja.
"Meskipun begitu, kami pastikan akan terus memantau dan mengawasi perkembangan serta kondisi para PMI asal Kabupaten Blitar di negara penempatan agar perlindungan dan hak-hak kerja mereka tetap terjamin," ungkapnya.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.