Dukung jurnalisme lokal, bebas iklan dan bebas berkomentar. Daftar Member
Wisata

Eksplor Gunung Kelud Via Blitar, Panduan Pendakian Jalur Tulungrejo

Kabupaten Blitar menawarkan wisata alam lengkap dari Gunung Kelud hingga pantai selatan, dengan jalur pendakian via Tulungrejo yang menyuguhkan panorama kawah eksotis dan jalur menantang.

Eksplor Gunung Kelud Via Blitar, Panduan Pendakian Jalur Tulungrejo
Pendakian Gunung Kelud Via Tulungrejo

Poin Penting

  • Kabupaten Blitar punya potensi wisata pegunungan dan pantai selatan.
  • Pendakian Gunung Kelud via Tulungrejo jadi rute favorit wisatawan.
  • Jalur ekstrem dan panorama kawah jadi daya tarik utama pendaki.

Kabar Blitar – Secara geografis Kabupaten Blitar memiliki luas sekitar 1.589 kilometer persegi dengan karakter bentang alam yang beragam seperi kawasan pegunungan, yakni Gunung Kelud dan Gunung Buthak.

Kondisi geografis tersebut menjadikan potensi pariwisata Blitar cukup beragam karena menawarkan suasana pegunungan dengan memiliki panorama yang eksotis.

Salah satu destinasi unggulan adalah pendakian Gunung Kelud melalui jalur Tulungrejo yang dikenal sebagai rute populer, termasuk bagi wisatawan mancanegara.

Pendakian Gunung Kelud Via Tulungrejo

Pendakian Gunung Kelud via Tulungrejo dimulai dari Desa Tulungrejo di Kecamatan Gandusari yang berjarak sekitar 34 kilometer dari pusat Kota Blitar atau sekitar satu jam perjalanan darat.

Bagi wisatawan yang menggunakan kereta api, perjalanan dapat dilanjutkan dari Stasiun Wlingi menuju basecamp di kawasan hutan pinus Loji dengan jarak sekitar 16 kilometer atau sekitar 20 menit menggunakan kendaraan.

Setiap pendaki diwajibkan melakukan registrasi di basecamp dengan biaya masuk untuk setiap orang yang telah dilengkapi fasilitas pendukung seperti area istirahat dan penginapan sederhana milik warga sekitar.

Untuk menuju titik awal pendakian, pendaki dapat berjalan kaki sejauh satu kilometer atau menggunakan jasa ojek lokal.

Perjalanan Setiap Pos

Perjalanan dari pintu masuk menuju Pos 1 dengan ketinggian 971 mdpl melewati jalur yang semakin lebat dan menanjak serta membutuhkan kehati-hatian karena terdapat pohon besar dan beberapa batang tumbang di jalur.

Pendakian menuju Pos 2 yang dikenal sebagai Rewondho Geni memakan waktu sekitar 60 menit dengan penanda berupa shelter kayu sederhana.

Dari Pos 2 menuju Pos 3 di ketinggian 1.421 mdpl, jalur relatif lebih ringan meski masih berupa jalan setapak sempit yang dikelilingi semak dan menawarkan panorama pegunungan Arjuno-Welirang serta puncak Kelud dengan waktu tempuh sekitar 60 hingga 90 menit.

Pos 3 yang sering disebut puncak semu menjadi lokasi favorit pendaki untuk berkemah karena memiliki area terbuka luas dengan panorama matahari terbit dan terbenam yang memukau.

Perjalanan berlanjut menuju Alun-Alun Agung melalui jalur menurun curam yang dilengkapi tali pengaman serta melewati jalur sempit Punggung Naga yang memiliki jurang di kedua sisi sehingga membutuhkan konsentrasi tinggi.

Memasuki kawasan Alun-Alun Agung di ketinggian 1.403 mdpl, pendaki akan menemukan area datar luas dengan jalur menuju puncak Mahesasura serta akses menuju puncak kawah dan puncak utama yang memerlukan izin khusus dan pendampingan profesional.

Menuju puncak kawah Gunung Kelud, jalur yang dilalui cukup ekstrem dengan kondisi sempit, berbatas tebing dan jurang serta dilengkapi tali pengaman sehingga membutuhkan kehati-hatian penuh dengan waktu tempuh sekitar 20 menit.

Sesampainya di kawah, pendaki dapat menyaksikan air kawah berwarna hijau turquoise yang terkadang berubah menjadi biru atau cokelat tergantung kondisi cuaca dan mineral.

Puncak kawah menjadi tujuan utama pendaki karena menawarkan panorama alam yang spektakuler meskipun terdapat puncak lebih tinggi yang hanya dapat diakses dengan perlengkapan khusus dan pemandu berpengalaman.

Tips Keselamatan Pendakian

Untuk mendukung keselamatan, pendaki disarankan menjaga kondisi fisik dan mental, membawa perlengkapan memadai, serta memastikan ketersediaan logistik karena tidak terdapat sumber air di sepanjang jalur pendakian.

Penggunaan ojek lokal dapat menjadi alternatif untuk menghemat waktu dari basecamp ke titik awal pendakian.

Pendaki juga disarankan mengenakan pakaian pelindung seperti celana panjang dan pelindung kaki karena jalur cenderung lembap dan berpotensi terdapat lintah.

Selain itu, penggunaan pelindung kepala penting untuk menghindari paparan sinar matahari terutama di area terbuka tanpa naungan.

#Gunung Kelud Blitar #Jalur Pendakian Gunung Kelud

Komentar 0

Baca Juga