Dukung jurnalisme lokal, bebas iklan dan bebas berkomentar. Daftar Member
Feature

Dedikasi Tanpa Batas, Wakini Habiskan 24 Tahun Menjaga Situs Bersejarah di Blitar

Wakini, juru pelihara perempuan di Kabupaten Blitar, telah mengabdikan diri selama 24 tahun merawat berbagai situs cagar budaya. Dedikasinya menjaga kebersihan, keamanan, dan kelestarian candi menjadi bagian penting dalam upaya pelestarian warisan sejarah untuk generasi mendatang.

Dedikasi Tanpa Batas, Wakini Habiskan 24 Tahun Menjaga Situs Bersejarah di Blitar
Wakini, Juru Pelihara Candi Kali Cilik.

Poin Penting

  • Wakini mulai mengabdi sebagai juru pelihara cagar budaya pada 2002 setelah menggantikan tugas suaminya di Candi Sumbernanas.
  • Setelah di Candi Sumbernanas, Wakini sempat bertugas di Museum Penataran dan kini di Candi Kali Cilik.
  • Selama 24 tahun, Wakini menjalankan berbagai tugas pelestarian di berbagai situs sejarah di Kabupaten Blitar.

Kabar Blitar – Dedikasi terhadap pelestarian warisan budaya terus ditunjukkan Wakini (51), seorang juru pelihara (jupel) perempuan yang telah mengabdikan dirinya selama 24 tahun untuk merawat situs-situs bersejarah di Kabupaten Blitar.

Ketekunannya menjaga cagar budaya menjadi bagian penting dalam upaya mempertahankan peninggalan leluhur agar tetap lestari dan dapat dinikmati generasi mendatang.

Perempuan kelahiran 1975 itu memulai pengabdiannya pada 2002. Saat itu, ia menggantikan suaminya yang sebelumnya bertugas merawat Candi Sumbernanas.

Sejak saat itu, keterlibatannya dalam dunia pelestarian cagar budaya terus berlanjut hingga akhirnya resmi menjadi tenaga honorer pada tahun yang sama dan kemudian diangkat sebagai pegawai pada 2008.

“Awal mula saya dipercaya jadi Jupel itu di Candi Sumbernanas. Awalnya atas nama suami, kemudian saya balik nama ke saya sendiri. Kemudian saya diangkat menjadi honorer pada tahun 2002 sebagai Jupel Candi Sumbernanas," katanya.

Dirinya mengaku mengabdikan diri untuk merawat Candi Sumbernanas dalam waktu yang lama sebelum akhirnya dipindahkan ke Museum Penataran.

"Di sana cukup lama, lalu dipindahkan ke Museum Penataran selama empat tahun, dan setelah itu bertugas di Candi Kali Cilik. Di sini sudah sekitar tiga tahun,” ujar Wakini.

Selama lebih dari dua dekade bertugas, Wakini telah merasakan berbagai pengalaman dalam merawat situs bersejarah. Setiap hari, ia datang sejak pagi untuk memastikan lingkungan candi tetap bersih, aman, dan terawat.

Rutinitasnya dimulai sekitar pukul 07.00 WIB hingga sore hari. Ia membersihkan area candi dari sampah, mengendalikan pertumbuhan lumut yang dapat merusak struktur batu, serta mengawasi kawasan situs agar terhindar dari aksi vandalisme maupun gangguan lainnya.

Menurut Wakini, pekerjaan sebagai juru pelihara tidak hanya sekadar mencari penghasilan. Baginya, menjaga candi merupakan bentuk tanggung jawab untuk melestarikan warisan budaya yang memiliki nilai sejarah tinggi.

“Alasan saya mau dan bertahan menjaga candi ini sebenarnya sederhana, supaya perawatan candinya semakin baik dan juga untuk menjaga keamanan serta kelestarian lingkungannya,” katanya.

Keberadaan juru pelihara seperti Wakini menjadi bagian penting dalam pelestarian cagar budaya. Di balik kokohnya bangunan-bangunan bersejarah yang masih berdiri hingga kini, terdapat dedikasi para penjaga situs yang bekerja setiap hari memastikan peninggalan masa lalu tetap terawat dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

#Candi Kali Cilik Blitar #Juru Pelihara Candi #Wisata sejarah Blitar

Komentar 0

Baca Juga