Dukung jurnalisme lokal, bebas iklan dan bebas berkomentar. Daftar Member
Sosial

Damkar Kabupaten Blitar Sempat Diminta Jadi Wali Murid untuk Ambil Rapot

Damkar Blitar kebanjiran laporan nyeleneh, pihak Damkar mengaku sempat diminta ambil rapor hingga jadi wali murid untuk penuhi panggilan BK.

Damkar Kabupaten Blitar Sempat Diminta Jadi Wali Murid untuk Ambil Rapot
Damkar Kabupaten Blitar saat menjalankan tugas non kebakaran.

Poin Penting

  • Laporan nyleneh non kebakaran diterima Damkar Blitar.
  • Damkar diminta ambil rapot hingga jadi wali murid.
  • Media sosial diduga jadi pemicu banyaknya laporan nyeleneh.

Kabar Blitar – ‎Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Blitar mengungkapkan bahwa laporan nyeleneh dari warga masih kerap diterima.

Laporan yang dimaksud adalah laporan yang tidak berkaitan dengan tugas kedaruratan kebakaran maupun penyelamatan. 

Salah satu permintaan yang terbilang unik adalah permohonan bantuan untuk mengambil rapor siswa di sekolah.

‎Kasi Pemadam Kebakaran, Penyelamatan, dan Sarana Prasarana Satpol PP dan Kebakaran Kabupaten Blitar, Tedi Prasojo, membenarkan adanya laporan tersebut. 

Menurutnya, permintaan datang dari seorang wali murid yang mengaku tidak bisa mengambil rapor anaknya karena sang ibu sedang bekerja di luar kota, sementara nenek yang biasa mendampingi dalam kondisi sakit. 

"Memang ada laporan dari warga yang meminta bantuan Damkar untuk mengambil rapor anaknya di sekolah. Alasannya, ibunya sedang kerja di luar kota dan neneknya sedang sakit,” ujar Tedi.

‎Meski memahami kondisi yang disampaikan pelapor, Tedi menegaskan bahwa Damkar tidak dapat memenuhi permintaan tersebut karena berada di luar tugas pokok dan fungsi. 

Ia menjelaskan, Damkar hanya menangani kejadian kebakaran, penyelamatan, serta kondisi darurat tertentu yang berpotensi mengancam keselamatan jiwa dan harta benda. 

"Kami tidak bisa menerima laporan itu karena jelas di luar job desc Damkar. Namun kami tetap mencoba membantu dengan memberikan saran yang memungkinkan,” katanya.

‎Dalam kasus tersebut, petugas Damkar menyarankan agar wali murid meminta bantuan keluarga terdekat, kerabat, atau tetangga sekitar untuk mengambil rapor ke sekolah. 

Menurut Tedi, langkah tersebut dinilai lebih tepat dan tidak melanggar aturan kedinasan yang berlaku.

‎Tedi menambahkan, laporan serupa bukan kali pertama diterima Damkar Kabupaten Blitar. Sebelumnya, pihaknya juga pernah mendapat permintaan dari seorang siswa yang meminta Damkar hadir ke sekolah sebagai wali murid karena dipanggil guru Bimbingan Konseling (BK). 

“Bukan sekali ini saja. Sebelumnya juga pernah ada siswa yang meminta Damkar menjadi wali murid untuk datang ke sekolah karena dipanggil BK,” ungkapnya.

‎Ia menduga, maraknya laporan nyeleneh tersebut tidak lepas dari pengaruh konten media sosial yang banyak menampilkan aksi Damkar membantu berbagai persoalan warga, termasuk yang bersifat non-kebakaran. 

Kondisi itu kemudian membentuk persepsi di masyarakat bahwa Damkar dapat dimintai bantuan untuk berbagai urusan. 

“Bisa jadi karena banyak konten Damkar di media sosial yang membantu macam-macam, akhirnya warga menganggap Damkar bisa dimintai bantuan untuk semua hal,” pungkas Tedi.

#Damkar Kabupaten Blitar

Komentar 0

Baca Juga