Dukung jurnalisme lokal, bebas iklan dan bebas berkomentar. Daftar Member
Sosial

Cegah Aksi Bullying, Sekolah Rakyat Kota Blitar Terapkan Sistem Wali Asuh

Wali Kota Blitar minta Sekolah Rakyat cegah bullying dan jaga kesetaraan siswa, terapkan sistem wali asuh dengan rasio satu wali untuk 10 anak.

Sekolah Rakyat Kota Blitar
Badge Sekolah Rakyat Kota Blitar. (KBRB)

Poin Penting

  • Wali Kota Syauqul Muhibbin tegaskan Sekolah Rakyat Kota Blitar harus jadi ruang bebas perundungan dengan menjaga kesetaraan antarsiswa.
  • Sekolah Rakyat terapkan sistem wali asuh, satu wali asuh menangani sekitar 10 anak agar perkembangan siswa terpantau lebih dekat.
  • Wali Kota dorong siswa manfaatkan kesempatan belajar dari berbagai pihak untuk mempersiapkan masa depan dan memberi manfaat bagi masyarakat.

KBRB – Isu perundungan atau bullying yang belakangan menjadi perhatian di wilayah Blitar turut menjadi perhatian dalam pelaksanaan Sekolah Rakyat di Kota Blitar.

Lingkungan sekolah diminta menjadi ruang yang aman bagi siswa dengan menjaga hubungan dan kesetaraan antarpeserta didik.

Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin mengatakan pencegahan perundungan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam proses pendidikan di Sekolah Rakyat.

"Jadi Insyaallah di Sekolah Rakyat tidak ada pembullyan. Mereka akan dididik secara ketat dan kesetaraan di sini betul-betul dijaga," kata Mas Ibin.

Lingkungan pendidikan, menurutnya, tidak hanya berkaitan dengan kegiatan belajar mengajar, tetapi juga pembentukan sikap dan karakter siswa.

Karena itu, interaksi antarsiswa perlu mendapat perhatian agar tidak muncul perlakuan yang dapat merugikan peserta didik.

Dalam pendampingan siswa, Sekolah Rakyat juga menerapkan sistem wali asuh.

Setiap wali asuh akan menangani sekitar 10 anak sehingga perkembangan siswa dapat dipantau secara lebih dekat.

Mas Ibin berharap pola pendampingan tersebut dapat membantu sekolah mengenali kondisi dan potensi masing-masing siswa.

Orang tua juga diminta memberikan kepercayaan kepada sekolah dalam mendampingi anak selama mengikuti pendidikan.

"Orang tua tidak perlu khawatir, jadi putra-putri di Sekolah Rakyat ini betul-betul digali potensinya," ujarnya.

Kesempatan pendidikan, ia menilai, perlu dimanfaatkan siswa untuk mengembangkan kemampuan sekaligus memperluas pengalaman.

Siswa didorong untuk berinteraksi dengan berbagai pihak agar memiliki wawasan yang lebih luas.

"Siswa-siswi harus menggunakan kesempatan ini untuk bertemu dan belajar dari orang-orang hebat," pesannya.

Syauqul mengatakan pendidikan di Sekolah Rakyat diharapkan tidak hanya menjadi bekal akademik, tetapi juga membantu siswa mempersiapkan masa depan.

Ia menegaskan pentingnya memberikan kesempatan pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak di Kota Blitar agar nantinya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Karena itu, saya ingin memastikan anak-anak di Kota Blitar mendapatkan kesempatan pendidikan yang lebih baik, sehingga siswa-siswi dapat mempersiapkan masa depan dan memberikan manfaat bagi kota serta masyarakat," tutupnya.

#Bullying di Blitar #Sekolah Rakyat Blitar #Wali Kota Blitar

Komentar 0

Baca Juga