Dukung jurnalisme lokal, bebas iklan dan bebas berkomentar. Daftar Member
Sosial

Blitar Perkuat Pembenihan Jagung, Luas Tanam Tembus 4.173 Hektare

DKPP Kabupaten Blitar catat luas tanam jagung pembenihan capai 4.173 hektare hingga Mei 2026 untuk jaga ketersediaan benih lokal.

Blitar Perkuat Pembenihan Jagung, Luas Tanam Tembus 4.173 Hektare
Panen jagung. (Ist)

Poin Penting

  • Luas tanam jagung pembenihan di Kabupaten Blitar capai 4.173 hektare hingga Mei 2026.
  • Sebanyak 581 hektare telah dipanen dengan hasil 3.767 ton jagung glondong, produktivitas 6,48 ton per hektare.
  • Program pembenihan diharapkan kurangi ketergantungan petani pada pasokan benih dari luar daerah.

KBRB – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Blitar terus mengembangkan sektor pembenihan jagung untuk menjaga ketersediaan benih berkualitas sekaligus mendukung keberlanjutan produksi pertanian.

Hingga Mei 2026, luas tanam jagung pembenihan di Kabupaten Blitar telah mencapai 4.173 hektare.

Berdasarkan data DKPP Kabupaten Blitar, dari total luas tanam tersebut sebanyak 581 hektare telah dipanen dengan hasil produksi mencapai 3.767 ton jagung glondong.

Rata-rata produktivitas jagung pembenihan tercatat sebesar 6,48 ton glondong per hektare.

Kepala Bidang Sarana Tanaman Pangan dan Hortikultura DKPP Kabupaten Blitar Siswoyo Adi Prasetyo mengatakan pengembangan jagung pembenihan menjadi langkah strategis untuk menjaga ketersediaan benih bagi petani sekaligus memperkuat sektor pertanian daerah.

"Keberhasilan pengembangan jagung pembenihan seluas 4,1 ribu hektare ini menjadi tonggak penting keberlanjutan sektor pertanian Blitar. Dengan ketersediaan benih lokal yang tangguh dan provitas jagung konsumsi kita yang hampir menyentuh 10 ton per hektare, kita dapat memastikan rantai pasok dari hulu ke hilir tetap terjaga," ujarnya.

Menurut Siswoyo, penguatan pembenihan berjalan seiring dengan tingginya produksi jagung konsumsi di Kabupaten Blitar.

Selama Januari hingga Mei 2026, produksi jagung konsumsi mencapai 172.274 ton glondong dari luas panen 17.591 hektare dengan produktivitas rata-rata 9,79 ton glondong per hektare.

Selain menjamin ketersediaan benih, program pembenihan juga diharapkan mampu mengurangi ketergantungan petani terhadap pasokan benih dari luar daerah sehingga kebutuhan benih untuk musim tanam berikutnya dapat dipenuhi secara lebih mandiri.

"Dengan demikian, petani memiliki akses yang lebih mudah terhadap benih berkualitas untuk musim tanam berikutnya," katanya.

DKPP juga mencatat aktivitas budidaya jagung masih terus berlangsung.

Hingga pertengahan tahun 2026, luas tanam baru jagung konsumsi telah mencapai 8.756 hektare dan diproyeksikan akan menambah pasokan hasil panen pada musim berikutnya.

Melalui pendampingan kepada petani dan pengembangan sektor pembenihan, Pemerintah Kabupaten Blitar berharap produktivitas jagung tetap terjaga.

Upaya tersebut dinilai penting untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus menjamin ketersediaan bahan baku pakan ternak yang menjadi salah satu sektor unggulan di Kabupaten Blitar.

#Beras #Pangan #Wisata

Komentar 0

Baca Juga