Waspada Api Menjalar, Warga Blitar Diingatkan Tak Bakar Sampah Sembarangan
Satpol PP dan Damkar Kabupaten Blitar imbau warga tak membakar sampah sembarangan selama kemarau panjang, sekaligus ajak hemat penggunaan air bersih.
Poin Penting
- Satpol PP dan Damkar Kabupaten Blitar imbau warga tak membakar sampah sembarangan selama musim kemarau karena lingkungan kering rentan memicu kebakaran.
- Warga diminta memastikan api benar-benar padam dan tidak meninggalkan pembakaran sampah tanpa pengawasan.
- Selain risiko kebakaran, warga juga diajak menghemat air, seperti mematikan keran saat tidak digunakan dan memanfaatkan air hujan.
KBRB – Masyarakat Kabupaten Blitar diingatkan untuk tidak membakar sampah sembarangan selama menghadapi musim kemarau panjang.
ondisi lingkungan yang kering membuat api dari pembakaran sampah berisiko memicu kebakaran dan merembet ke area sekitarnya.
Imbauan tersebut disampaikan Satpol PP dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Blitar lewat kampanye pencegahan kebakaran sekaligus penghematan air.
Masyarakat diminta lebih berhati-hati terhadap aktivitas yang berpotensi menjadi sumber api.
Kepala Seksi Pemadaman, Penyelamatan, dan Sarana Prasarana Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar, Tedi Prasojo, mengatakan pembakaran sampah menjadi salah satu aktivitas yang perlu mendapat perhatian saat kondisi lingkungan kering.
"Kalau membakar sampah jangan sembarangan, apalagi ditinggal. Api bisa menjalar ketika kondisi lingkungan kering," kata Tedi.
Selain berpotensi menyebabkan kebakaran, pembakaran sampah sembarangan juga dapat menimbulkan pencemaran udara, gangguan pernapasan, serta merusak lingkungan.
Karena itu, masyarakat diminta memastikan api benar-benar padam setelah melakukan pembakaran.
Tedi juga mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah di lokasi yang berdekatan dengan material mudah terbakar.
Pengawasan diperlukan selama proses pembakaran hingga tidak lagi menyisakan bara api.
"Yang paling penting jangan meninggalkan api sebelum benar-benar padam. Saat kemarau, kondisi sekitar yang kering membuat api lebih mudah membesar," ujarnya.
Selain ancaman kebakaran, kemarau panjang juga berdampak terhadap ketersediaan air.
Masyarakat diminta menggunakan air seperlunya, antara lain dengan mematikan keran ketika tidak digunakan, menggunakan air secukupnya untuk kebutuhan sehari-hari, serta memanfaatkan air hujan untuk keperluan yang memungkinkan.
Untuk penanganan keadaan darurat kebakaran, Damkar Kabupaten Blitar mengimbau masyarakat segera menghubungi petugas agar api dapat ditangani sebelum meluas.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.