Dukung jurnalisme lokal, bebas iklan dan bebas berkomentar. Daftar Member
Wisata

Tunggu Kucuran Dana Pusat, Realisasi Pengembangan Museum Peta Blitar Belum Berlangsung

Pemerintah Kota Blitar aktif mengembangkan Museum Peta eks SMPN 3 & 5 menjadi destinasi sejarah terpadu dan pusat ekonomi kreatif lokal.

Tunggu Kucuran Dana Pusat, Realisasi Pengembangan Museum Peta Blitar Belum Berlangsung
Museum Peta Kota Blitar. (KBRB)

Poin Penting

  • Pemkot Blitar menjajaki dukungan dana pemerintah pusat untuk merealisasikan pembangunan Museum Peta.
  • Sambil menunggu kucuran anggaran pusat, Pemkot Blitar perawatan berkala.
  • Di sisi lain, Kawasan plaza dan taman Museum Peta difungsikan secara dinamis melalui kehadiran Pojok Kopi serta food truck UMKM.

KBRB – Pemerintah Kota Blitar terus mengupayakan pengembangan Museum Peta, walau saat ini realisasinya masih terganjal kepastian dukungan dana dari pemerintah pusat.

Museum yang menempati kawasan eks SMP Negeri 3 dan SMP Negeri 5 ini dirancang sesuai masterplan yang komprehensif, namun eksekusi fisiknya sangat bergantung pada kucuran anggaran pusat.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Blitar, Rike Rochmawati, mengonfirmasi pihaknya sedang aktif menjajaki peluang untuk mendapatkan suntikan dana tersebut.

Langkah ini krusial mengingat skala pengembangan yang telah direncanakan dalam masterplan kawasan tersebut.

"Hingga kini belum ada support anggaran dari pusat untuk bangunan. Kami terus mencoba mencari bantuan ke sana karena sesuai rencana induk, seluruh kawasan ini akan kita manfaatkan sebagai museum," jelas Rike.

Di tengah ketidakpastian anggaran, Disperindag memastikan kondisi bangunan bersejarah tersebut tetap terawat.

Langkah pemeliharaan, seperti pengecatan ulang dan pembersihan rutin, terus dilakukan secara berkala.

"Sementara ini, yang bisa kami optimalkan adalah pemeliharaan. Bangunan tetap kami rawat, tidak dibiarkan terbengkalai, sambil kami terus berburu peluang dukungan dana untuk pengembangan besarnya," tambahnya.

Paralel dengan upaya pencarian dana, Pemkot Blitar juga mengambil langkah kreatif untuk menghidupkan kawasan Museum Peta agar tidak terlihat sepi.

Berbagai aktivitas ekonomi kreatif mulai diintegrasikan ke dalam kawasan tersebut.

Area Pojok Kopi kini diisi oleh pelaku usaha kuliner, sementara Plaza Museum Peta menjadi lokasi operasional sejumlah food truck.

Langkah pengisian aktivitas ini, menurut Rike, merupakan strategi untuk membuat kawasan tetap dinamis.

Baginya, pengelolaan dan pemanfaatan kawasan tidak harus menunggu hingga seluruh proyek pembangunan museum rampung total.

"Kawasan tamannya kami coba hidupkan dan fungsikan. Ada pelaku ekonomi kreatif yang mengisi Pojok Kopi dan food truck di area plaza. Sambil menanti realisasi pengembangan museum, kita pastikan aktivitas di kawasan ini tetap berjalan dan produktif," tutur Rike.

Rike berharap usulan dan upaya mencari dukungan dari pemerintah pusat segera membuahkan hasil dan kepastian.

"Pengembangan Museum Peta ini nantinya diharapkan tidak hanya meningkatkan fungsi kawasan secara signifikan, tetapi juga menjadi magnet baru yang mampu menarik lebih banyak wisatawan berkunjung ke Kota Blitar," pungkasnya.

#Kota Blitar #Museum Peta Kota Blitar #Wisata Blitar

Komentar 0

Baca Juga