Dukung jurnalisme lokal, bebas iklan dan bebas berkomentar. Daftar Member
News

Terkendala Status, Pembangunan BTC Blitar Terganjal Lahan LSD

Pembangunan Blitar Trade Center masih tunggu kepastian status lahan LSD dari pemerintah pusat, Wali Kota perkirakan proses butuh waktu empat bulan.

Terkendala Status, Pembangunan BTC Blitar Terganjal Lahan LSD
Lahan BTC. (KBRB)

Poin Penting

  • Pembangunan Blitar Trade Center (BTC) masih menunggu kepastian status lahan LSD dari pemerintah pusat sebelum konstruksi fisik dimulai.
  • Wali Kota Syauqul Muhibbin perkirakan proses pengalihan status lahan butuh waktu sekitar empat bulan; jika keluar tepat waktu, BTC masih bisa dibangun 2026.
  • Pertumbuhan ekonomi Kota Blitar triwulan pertama capai sekitar 5,9 persen jadi salah satu pertimbangan Pemkot mempercepat pembangunan pusat ekonomi baru.

KBRB – Rencana pembangunan Blitar Trade Center (BTC) masih menunggu kepastian status sejumlah lahan yang masuk dalam kawasan Lahan Sawah Dilindungi (LSD).

Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin mengatakan Pemkot Blitar masih menunggu proses review dan pengalihan status lahan dari pemerintah pusat sebelum pembangunan fisik BTC dapat dimulai.

"Kami masih menunggu review tentang lahan karena beberapa lahan kita statusnya LSD. Ini kebijakan pemerintah pusat dan kami sedang menunggu pengalihan statusnya," ujar pria yang akrab disapa Mas Ibin itu.

Sembari menunggu kepastian tersebut, Pemkot Blitar mulai melakukan persiapan di lokasi pembangunan.

Salah satunya dengan memanfaatkan material hasil pengerukan dari pembangunan fasilitas pemerintah untuk menguruk lahan yang disiapkan sebagai lokasi BTC.

Pemanfaatan material tersebut, menurut Mas Ibin, dilakukan agar tidak terbuang percuma sekaligus mempercepat persiapan lahan.

"Kalau nanti pembangunannya sudah bisa dimulai, pekerjaan pengurukan sudah tidak perlu dilakukan lagi," katanya.

Pemkot Blitar sebelumnya telah menyiapkan perencanaan hingga proses pengadaan proyek BTC.

Namun, pelaksanaan pembangunan masih bergantung pada kepastian status lahan dari pemerintah pusat.

Mas Ibin memperkirakan proses pengalihan status lahan membutuhkan waktu sekitar empat bulan.

Jika kepastian tersebut diperoleh dalam waktu yang memungkinkan, pembangunan BTC masih dapat dilaksanakan pada 2026.

Sebaliknya, apabila waktu yang tersisa tidak memungkinkan, pembangunan akan digeser ke 2027.

"Kalau sudah oke, kami lihat apakah penyedia yang sudah ditetapkan masih mampu dengan sisa waktu. Kalau masih mampu, ya jalan di 2026. Kalau tidak, kita undur ke 2027," ujarnya.

BTC direncanakan menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi baru di Kota Blitar.

Keberadaannya diharapkan dapat mendorong sektor perdagangan, jasa, sekaligus industri turunan.

Pemerintah ingin mempercepat pembangunan pusat-pusat ekonomi, menurut Mas Ibin, karena pertumbuhan ekonomi Kota Blitar dinilai cukup positif. 

Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Kota Blitar pada triwulan pertama mencapai sekitar 5,9 persen — kondisi yang menjadi salah satu pertimbangan Pemkot Blitar untuk terus mendorong pembangunan fasilitas ekonomi baru.

"Kami ingin mempercepat karena ekonomi Kota Blitar sudah bergerak cukup bagus. Maka pusat-pusat ekonomi dan akses ekonomi kita dorong agar pertumbuhan bisa semakin baik," pungkasnya.

#Lahan Pertanian Blitar #Pemkot Blitar

Komentar 0

Baca Juga