Ribuan Ibu Hamil di Kota Blitar Terima Berkah Bumil, Satu Kasus Dihentikan karena Alergi
Program Berkah Bumil di Kota Blitar tidak hanya menyediakan bantuan nutrisi berupa telur dan susu ibu hamil, tetapi juga pendampingan kesehatan serta pemantauan oleh kader. Hingga pertengahan 2026, program ini terus berjalan sebagai upaya mendukung kesehatan ibu dan janin selama masa kehamilan.
Poin Penting
- Sebanyak 1.300 paket Program Berkah Bumil telah disalurkan kepada ibu hamil di Kota Blitar sejak April 2026, dengan rata-rata sekitar 460 penerima setiap bulan.
- Bantuan yang diberikan meliputi telur, susu ibu hamil, pendampingan kesehatan, serta pengawasan oleh kader untuk memastikan program berjalan efektif.
- Dinas Kesehatan Kota Blitar menghentikan bantuan kepada satu penerima setelah hasil pemeriksaan medis menunjukkan yang bersangkutan memiliki alergi telur sehingga tidak direkomendasikan melanjutkan program.
Kabar Blitar – Program Berkah Ibu Hamil (Bumil) yang dijalankan Pemerintah Kota Blitar terus bergulir hingga pertengahan tahun 2026.
Sejak mulai disalurkan pada April lalu, sebanyak 1.300 paket bantuan telah diterima oleh ibu hamil yang menjadi sasaran program tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Blitar, Dissie Laksmonowati Arlini, mengatakan penyaluran bantuan dilakukan kepada ibu hamil yang berdomisili di Kota Blitar dan masuk dalam cakupan program kesehatan ibu dan anak.
“Dari distribusi awal tahun bulan April sampai sekarang sekitar 1.300 paket sudah diterima. Rata-rata setiap bulan kurang lebih sebanyak 460 penerima,” ujarnya, Jumat (19/6/2026).
Dissie menjelaskan, Program Berkah Bumil tidak hanya memberikan bantuan telur sebagai sumber protein, tetapi juga dilengkapi susu khusus ibu hamil serta pendampingan kesehatan selama masa kehamilan.
Selain itu, kader kesehatan turut dilibatkan untuk melakukan pemantauan agar bantuan benar-benar diterima dan dimanfaatkan sesuai tujuan program.
“Di dalam program ini ada telur, susu ibu hamil, kemudian pembinaan serta administrasi yang harus disiapkan untuk pemantauan dan evaluasi. Jadi ada kader yang ikut mengawasi,” katanya.
Menurutnya, program tersebut diberikan kepada seluruh ibu hamil tanpa melihat kondisi gizi. Baik ibu hamil dengan status gizi kurang maupun yang sudah tercukupi tetap memperoleh bantuan karena kebutuhan nutrisi selama kehamilan dapat berubah sewaktu-waktu.
“Baik yang kurang gizi maupun yang sudah cukup tetap mendapatkan program ini. Dalam proses kehamilan bisa saja muncul kondisi tertentu yang memengaruhi kebutuhan nutrisi ibu,” jelasnya.
Meski berjalan cukup lancar, Dinas Kesehatan mencatat terdapat satu kasus penerima yang tidak dapat melanjutkan program. Hal itu terjadi setelah ibu hamil yang bersangkutan diketahui memiliki alergi terhadap telur.
Dissie mengatakan penghentian bantuan dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan dan rekomendasi tenaga medis. Keputusan tersebut diambil untuk menghindari dampak yang dapat membahayakan kondisi ibu maupun janin.
“Sudah ada satu kasus yang dalam perjalanannya ternyata memiliki faktor alergi telur. Karena tidak direkomendasikan untuk meneruskan pemberian tersebut, akhirnya program dihentikan untuk yang bersangkutan,” ungkapnya.
Ia menegaskan setiap keputusan penghentian bantuan dilakukan secara profesional dan berdasarkan hasil pemeriksaan medis. Dinas Kesehatan tidak hanya mengacu pada pengakuan penerima, tetapi memastikan kondisi tersebut melalui evaluasi tenaga kesehatan.
“Kita pastikan secara objektif melalui pemeriksaan kesehatan. Jadi tidak serta-merta berdasarkan pengakuan saja, tetapi memang ada rekomendasi dari tenaga medis,” tegasnya.
Program Berkah Bumil merupakan salah satu upaya Pemerintah Kota Blitar dalam mendukung pemenuhan gizi ibu hamil serta mencegah berbagai risiko kesehatan selama masa kehamilan.
Selain bantuan nutrisi, program ini juga diharapkan dapat memperkuat pemantauan kesehatan ibu dan janin hingga proses persalinan.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.