Dukung jurnalisme lokal, bebas iklan dan bebas berkomentar. Daftar Member
Sosial

PT KAI Daop 7 Madiun Tingkatkan Pemeriksaan di Perlintasan Blitar-Tulungagung

Usai terjadi pencurian baut rel kereta api di Blitar-Tulungagung, PT KAI Daop 7 Madiun kini lakukan pemeriksaan perlintasan.

PT KAI Daop 7 Madiun Tingkatkan Pemeriksaan di Perlintasan Blitar-Tulungagung

Poin Penting

  • PT KAI Daop 7 Madiun lakukan pemeriksaan perlintasan.
  • Pemeriksaan dilakukan sebagai butut pencurian baut rel kereta api di Blitar-Tulungagung.
  • PT KAI Daop 7 Madiun ajak warga berpartisipasi aktif jaga perlintasan.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun, Jawa Timur, meningkatkan intensitas pemeriksaan jalur kereta api menyusul temuan pencurian baut penambat rel di KM 127+358 petak jalan Stasiun Blitar–Rejotangan. 

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari penguatan sistem keamanan sekaligus menjaga kualitas prasarana perkeretaapian.

Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan upaya ini merupakan respons cepat perusahaan setelah adanya laporan hilangnya sejumlah baut penambat rel. 

Menurutnya, KAI tidak tinggal diam dan langsung mengerahkan tim teknis serta keamanan untuk memastikan kondisi jalur rel tetap aman.

“Pasca-temuan hilangnya sejumlah baut penambat rel, kami tidak tinggal diam. Tim teknis dan keamanan dikerahkan untuk menyisir kembali setiap jengkal jalur guna memastikan kondisi rel tetap terjaga,” kata Tohari dalam keterangannya di Blitar, Sabtu.

Ia menjelaskan, kegiatan pemeriksaan tersebut dipimpin langsung oleh Deputy Vice President Daop 7 Madiun, Muhamad Kahfi. 

Pemeriksaan dilakukan melalui kegiatan cek lintas pada daerah pemantauan khusus (Dapsus) di petak jalan antara Stasiun Blitar dan Stasiun Rejotangan.

Menurut Tohari, pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan seluruh prasarana perkeretaapian berada dalam kondisi prima serta terbebas dari potensi bahaya, baik yang disebabkan oleh faktor alam maupun akibat ulah oknum tidak bertanggung jawab.

Dalam kegiatan inspeksi tersebut, Deputy VP Daop 7 Madiun didampingi tim Quality Control (QC) OP 7B, Kepala UPT Jalan Rel Kelas B 7.11 Blitar, serta Tim Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) Daop 7 Madiun.

Tim melakukan pemeriksaan secara mendalam terhadap kondisi Jembatan BH 537 guna memastikan struktur jembatan dan bangunan hikmat berada dalam kondisi kokoh dan layak operasi.

Selain itu, petugas juga memeriksa lingkungan jalur rel dengan memantau ruang manfaat jalan (Rumaja) agar tetap bersih dari rintangan maupun potensi gangguan keamanan. 

Pemeriksaan turut dilakukan di perlintasan sebidang JPL 211, termasuk pengecekan kelengkapan dokumen perjalanan kereta api (Perka) serta fasilitas keselamatan di lokasi tersebut.

“Pemeriksaan langsung di lapangan seperti ini membantu kami mengidentifikasi potensi bahaya sejak dini. Setiap temuan, sekecil apa pun, akan segera ditindaklanjuti agar perjalanan kereta api tetap aman, lancar, dan terkendali,” ungkap Tohari.

Ia menambahkan, PT KAI Daop 7 Madiun juga mengajak masyarakat yang tinggal di sekitar jalur kereta api untuk ikut berperan menjaga keamanan prasarana. 

Menurutnya, hilangnya komponen kecil seperti baut penambat rel dapat berdampak besar terhadap keselamatan perjalanan kereta api dan ratusan penumpang.

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan kepada petugas KAI atau kepolisian setempat jika melihat aktivitas mencurigakan di area jalur rel. Keselamatan kereta api adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.

#PT KAI Daop 7 Madiun #Rel Kereta Api

Komentar 0

Baca Juga