Dukung jurnalisme lokal, bebas iklan dan bebas berkomentar. Daftar Member
Lingkungan

Pemkot Blitar Antisipasi Lonjakan Populasi Rusa di Taman Kebon Rojo

Taman Joko Pangon dipilih oleh Pemkot Blitar sebagai alternatif habitat apabila populasi rusa yang ada di Taman Kebon Rojo mengalami peningkatan.

Pemkot Blitar Antisipasi Lonjakan Populasi Rusa di Taman Kebon Rojo
Rusa di Taman Kebon Rojo Kota Blitar

Poin Penting

  • Populasi rusa diperkirakan akan meningkat.
  • Taman Kebon Rojo dinilai tidak bisa menampung secara keseluruhan.
  • Taman Joko Pangon dipilih Pemkot Blitar sebagai alternatif habitat rusa.

Kabar Blitar – Taman Kebon Rojo hingga kini tetap menjadi salah satu ruang terbuka hijau andalan masyarakat Blitar dan sekitarnya. 

Sejak pagi hari hingga menjelang sore, kawasan yang berada di pusat kota itu nyaris tak pernah lengang. 

Arus pengunjung silih berganti keluar masuk taman, terutama saat akhir pekan maupun masa libur panjang ketika jumlah pengunjung meningkat signifikan.

Di kawasan ini, anak-anak leluasa bermain, orang tua menikmati waktu bersantai, sementara sebagian pengunjung memilih duduk-duduk menikmati rindangnya pepohonan. 

Tanpa harus mengeluarkan biaya besar, masyarakat sudah bisa menikmati suasana taman yang memiliki nilai historis sekaligus berfungsi sebagai sarana edukasi lingkungan. 

Cukup dengan membayar tarif parkir kendaraan, Taman Kebon Rojo dapat dinikmati oleh semua kalangan.

Di balik kesan sederhana sebagai destinasi wisata murah, Kebon Rojo menyimpan cerita panjang tentang upaya Pemerintah Kota Blitar dalam menjaga keseimbangan fungsi ruang publik, kenyamanan pengunjung, serta konservasi satwa. 

Seiring waktu, pemkot terus melakukan pengembangan agar taman ini tetap tertata, ramah bagi masyarakat, dan layak sebagai tempat hidup satwa.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Blitar, Jajuk Indihartati, menegaskan bahwa Kebon Rojo tidak bisa dipandang hanya sebagai taman kota biasa. 

Di dalam kawasan tersebut terdapat satwa yang harus dirawat dengan memperhatikan standar kesehatan dan kesejahteraan. 

Oleh karena itu, hampir setiap tahun pemerintah daerah selalu mengalokasikan anggaran untuk pemeliharaan fasilitas, perbaikan kandang, serta pemeriksaan kesehatan satwa secara rutin.

“Pengembangan Kebon Rojo, kami lakukan bertahap. Tidak hanya menambah fasilitas pengunjung, tapi juga memastikan satwa-satwa di dalamnya tetap sehat dan nyaman,” jelas Jajuk.

Salah satu satwa yang kini menjadi perhatian khusus adalah rusa. Populasi rusa di Kebon Rojo terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. 

Kondisi tersebut di satu sisi menunjukkan bahwa lingkungan taman masih cukup mendukung perkembangbiakan satwa. Namun di sisi lain, keterbatasan luas kandang justru berpotensi menimbulkan persoalan baru.

“Kandang rusa di Kebon Rojo sangat terbatas. Kalau populasinya terus bertambah tanpa penanganan, justru akan berdampak pada kesehatan dan kenyamanan satwa itu sendiri,” ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Blitar menyiapkan strategi dengan memindahkan sebagian rusa ke kawasan Eco Park Joko Pangon atau Taman Joko Pangon. 

Kawasan yang berada di Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, tersebut tengah dikembangkan sebagai taman berbasis konservasi dan edukasi lingkungan.

Eco Park Joko Pangon dirancang dengan konsep berbeda, tidak sekadar ruang terbuka hijau, tetapi juga sebagai habitat satwa dengan area yang lebih luas dan alami. 

“Pemindahan rusa ini penting agar mereka bisa hidup di tempat yang lebih representatif, lebih luas, dan sesuai dengan konsep konservasi,” terangnya.

Meski demikian, proses pemindahan tidak dilakukan secara terburu-buru. Sepanjang tahun 2025, pemkot masih memfokuskan penataan Eco Park Joko Pangon pada tahap awal, termasuk penyempurnaan gerbang kawasan, jalur akses, serta fasilitas pendukung lainnya. 

“Untuk konservasinya, kami mulai bertahap. Tahun ini fokus di infrastruktur dasarnya dulu,” jelasnya.

Sebagai catatan, pembangunan Eco Park Joko Pangon tahap pertama menghabiskan anggaran sekitar Rp2,5 miliar, sementara tahap kedua pada 2025 mencapai Rp800 juta. 

Dana tersebut digunakan untuk pembangunan fasilitas dasar, penataan kawasan, serta penguatan konsep taman konservasi yang aman dan edukatif. 

Ke depan, kawasan ini diharapkan menjadi ruang belajar terbuka bagi masyarakat untuk mengenal satwa, memahami pentingnya konservasi, dan menumbuhkan kesadaran pelestarian lingkungan sejak dini.

#Pemkot Blitar #Taman Joko Pangon #Taman Kebon Rojo

Komentar 0

Baca Juga