Pemerintah Buka Rekrutmen Sekolah Rakyat, Tersedia 8.180 Formasi untuk Guru dan Tenaga Pendukung
Pemerintah pusat membuka rekrutmen tenaga pendidik dan tenaga kependidikan untuk Program Sekolah Rakyat dengan total 8.180 formasi di seluruh Indonesia. Lowongan ini terbuka bagi lulusan SMA/SMK hingga sarjana untuk mengisi berbagai posisi pendukung dan tenaga pengajar.
Poin Penting
- Rekrutmen Sekolah Rakyat tahun 2026 membuka 8.180 formasi yang terdiri dari 3.053 guru PPPK dan 5.127 tenaga kependidikan serta tenaga pendukung.
- Pendaftaran dibuka secara online mulai 8 hingga 14 Juni 2026, dengan pengumuman hasil seleksi administrasi dijadwalkan pada 19–20 Juni 2026.
- Program Sekolah Rakyat membutuhkan tenaga pendidik dan kependidikan yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki empati tinggi untuk mendampingi anak-anak dari keluarga kurang mampu dan peserta didik yang pernah putus sekolah.
Kabar Blitar – Kesempatan bagi masyarakat yang ingin berkarier sekaligus mengabdi di dunia pendidikan kembali terbuka.
Pemerintah pusat saat ini tengah membuka rekrutmen besar-besaran untuk mengisi kebutuhan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan pada program Sekolah Rakyat.
Menariknya, lowongan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi lulusan perguruan tinggi, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat dengan pendidikan minimal SMA/SMK sederajat untuk mengisi sejumlah formasi tenaga pendukung.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Blitar, Eka Atikah, mengatakan seluruh proses pendaftaran dan seleksi dilakukan langsung oleh pemerintah pusat. Pendaftaran secara daring telah dibuka sejak 8 Juni 2026 dan dijadwalkan berakhir pada 14 Juni 2026.
“Masyarakat yang memenuhi syarat bisa langsung memanfaatkan momentum ini. Untuk prosesnya semua tersentralisasi di pusat,” ujar Eka Atikah.
Secara nasional, pemerintah menyediakan total 8.180 formasi untuk mendukung operasional Sekolah Rakyat. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.053 formasi dialokasikan bagi guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang akan bertugas sebagai tenaga pendidik.
Sementara itu, sebanyak 5.127 formasi lainnya disiapkan untuk tenaga kependidikan dan tenaga pendukung yang berperan dalam menunjang berbagai aktivitas operasional sekolah.
Meski demikian, ketika ditanya mengenai jumlah kuota yang akan dialokasikan khusus untuk Kota Blitar, Eka belum bersedia membeberkan rinciannya.
Namun, ia menilai program tersebut menjadi peluang positif untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan, khususnya bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan layanan pendidikan khusus.
Setelah masa pendaftaran ditutup, proses seleksi akan dilanjutkan dengan tahapan verifikasi administrasi. Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, hasil seleksi administrasi akan diumumkan pada 19 hingga 20 Juni 2026.
Selanjutnya, peserta yang dinyatakan lolos akan mengikuti tahapan berikutnya hingga pengumuman hasil akhir seleksi yang dijadwalkan pada 9 Juli 2026.
Eka menambahkan, selain kompetensi akademik dan kemampuan mengajar, pemerintah juga menaruh perhatian besar terhadap karakter calon pendidik maupun tenaga kependidikan yang akan direkrut.
Hal tersebut tidak lepas dari karakteristik peserta didik Sekolah Rakyat yang berasal dari berbagai latar belakang sosial, termasuk anak-anak dari keluarga kurang mampu maupun mereka yang pernah mengalami putus sekolah.
“Pendidik di Sekolah Rakyat harus memiliki empati dan kepedulian yang tinggi. Sebab, anak-anak yang dihadapi nanti memiliki latar belakang yang beragam, termasuk anak putus sekolah dan dari keluarga kurang mampu,” pungkasnya.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.