Menilik Candi Gambar Wetan Blitar, Situs Bersejarah dengan Suasana Pedesaan di Lereng Gunung Kelud
Candi Gambar Wetan di Gambaranyar, Desa Sumberasri, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, merupakan peninggalan masa klasik yang berkaitan dengan sejarah Majapahit.
Poin Penting
Candi Gambar Wetan berada di kawasan Gambaranyar, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar.
Pengunjung tidak dikenakan tiket masuk, tetapi membayar parkir.
Candi Gambar Wetan buka setiap hari pukul 08.00-17.00 WIB dan dapat menjadi tujuan wisata sejarah.
Kabar Blitar – Candi Gambar Wetan menjadi salah satu peninggalan sejarah yang bisa dikunjungi di Kabupaten Blitar.
Berada di kawasan Gambaranyar, Desa Sumberasri, Kecamatan Nglegok, candi ini menawarkan wisata sejarah dengan suasana pedesaan dan perbukitan.
Kompleks Candi Gambar Wetan berada di kawasan yang masih relatif asri.
Secara letak geografis, Candi Gambar Wetan terletak di lereng Gunung Kelud dan berdekatan dengan Sungai Bladak.
Area dari Candi Gambar Wetan memiliki luas sekitar 6.600 meter².
Lingkungan tersebut membuat kunjungan ke situs candi tidak hanya menghadirkan pengalaman melihat peninggalan masa lalu, tetapi juga suasana tenang jauh dari kawasan perkotaan.
Penemuan Candi Gambar Wetan
Awal mula penemuan candi ini diawali dari petugas perkebunan yang mencangkul tanah yang secara tidak sengaja mengenai sisi candi dan menemukan arca.
Penggalian pertama Candi Gambar Wetan dilakukan pada tahun 1992.
Candi ini merupakan peninggalan masa klasik yang berkaitan dengan sejarah Kerajaan Majapahit.
Candi ini merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit di masa pemerintahan Tribuana Tunggadewi.
Setelah itu Candi ini kemudian diketahui diwariskan kepada Hayam Wuruk untuk pemujaan Gunung Kelud.
Candi gambar Wetan sendiri dipercaya sebagai tempat peristirahatan Hayam Wuruk dan raja Majapahit lainnya dalam perjalanan menuju Gunung Kelud dan Candi penataran.
Bentuk Bangunan Candi Gambar Wetan
Candi gambar Wetan memiliki anak tangga yang cukup tinggi dan terbuat dari batuan andesit.
Candi Gambar Wetan memiliki ciri khas dengan adanya dua arca di pintu selatan dan dua Arca Dwarapala di atas.
Candi ini terletak di puncak punden berundak, setidaknya ada tiga lapisan teras.
Batu-batu Candi disusun seadanya membentuk tangga naik menuju Candi utama.
Pada lapisan paling dasar hanya terdapat sebuah Arca Dwarapala.
Sedangkan pada lapisan kedua terdapat dua Arca Dwarapala.
Sementara itu pada bagian candi utamanya Hanya menyisakan bagian batu yang terletak di lapisan teratas.
Keberadaan bangunan dan reliefnya menjadi bagian penting untuk melihat jejak kehidupan serta kebudayaan masyarakat pada masa lampau.
Relief yang terdapat pada bagian candi menjadi salah satu hal yang dapat diamati pengunjung.
Detail pahatan pada batu menyimpan gambaran yang berkaitan dengan kehidupan dan kisah-kisah dari masa ketika candi tersebut dibangun.
Wisata Sejarah Candi Gambar Wetan
Karena nilai sejarahnya, Candi Gambar Wetan juga menjadi tujuan kunjungan pelajar, mahasiswa hingga komunitas yang memiliki ketertarikan terhadap sejarah dan peninggalan arkeologi.
Lokasi ini juga dapat menjadi pilihan bagi pengunjung yang ingin melakukan fotografi.
Latar bangunan candi yang berada di tengah kawasan pedesaan dan perbukitan memberikan suasana berbeda dibandingkan objek wisata yang berada di kawasan perkotaan.
Biaya dan Akses Masuk
Untuk masuk ke kawasan Candi Gambar Wetan, pengunjung tidak dikenakan tiket masuk.
Wisatawan hanya perlu membayar biaya parkir, sekitar Rp2.000 hingga Rp5.000.
Akses menuju lokasi dapat ditempuh menggunakan kendaraan pribadi. Pengunjung perlu melewati sejumlah ruas jalan desa sebelum tiba di kawasan candi.
Candi Gambar Wetan dapat dikunjungi setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB.
Waktu pagi dan sore dapat menjadi pilihan bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana kawasan sekaligus mengamati detail candi dengan pencahayaan alami.
Bagi yang tertarik dengan sejarah Blitar, Candi Gambar Wetan bisa menjadi salah satu lokasi untuk melihat langsung peninggalan masa klasik sekaligus mengenal jejak sejarah yang masih berada di tengah lingkungan pedesaan Nglegok.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.