Dukung jurnalisme lokal, bebas iklan dan bebas berkomentar. Daftar Member
Pendidikan

Megawati Soroti Maraknya Bullying di Sekolah, Tegaskan Pentingnya Nilai Kemanusiaan

Megawati Soekarnoputri mengajak orang tua, guru, dan masyarakat memperkuat pendidikan karakter serta menanamkan nilai empati kepada anak sejak dini. Menurutnya, sekolah harus menjadi ruang yang aman dan inklusif tanpa diskriminasi latar belakang sosial maupun ekonomi.

Megawati Soroti Maraknya Bullying di Sekolah, Tegaskan Pentingnya Nilai Kemanusiaan
Megawati Soekarnoputri saat meresmikan Istana Gebang.

Poin Penting

  • Megawati menyoroti masih tingginya kasus bullying di lingkungan sekolah dan menilai kondisi tersebut menunjukkan belum optimalnya penerapan nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari.
  • Dalam peresmian Istana Gebang di Blitar, Megawati mencontohkan perundungan yang terjadi karena faktor ekonomi, termasuk sikap mengucilkan anak dari keluarga kurang mampu.
  • Megawati menegaskan nilai Pancasila tidak cukup dihafalkan, tetapi harus diwujudkan dalam sikap toleransi, empati, dan penghormatan terhadap sesama agar sekolah menjadi lingkungan yang aman bagi seluruh anak.

Kabar Blitar – Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menyoroti masih maraknya kasus perundungan atau bullying yang terjadi di lingkungan sekolah.

Menurutnya, fenomena tersebut menjadi tanda bahwa nilai-nilai kemanusiaan belum sepenuhnya diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Hal itu disampaikan Megawati saat meresmikan kawasan Istana Gebang, Kota Blitar. Dalam kesempatan itu, ia menyinggung berbagai bentuk perundungan yang masih dialami anak-anak, termasuk diskriminasi karena latar belakang ekonomi keluarga.

Megawati mengaku prihatin karena masih ada anak yang dijauhi atau dikucilkan hanya karena berasal dari keluarga kurang mampu. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan mulai memudarnya rasa empati dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

“Saya sedih, kenapa sekarang banyak anak sekolah itu yang mengalami perundungan? Why? Karena ada sikap yang bilang 'ah, itu jangan kamu temani, ya, dia anak miskin tidak punya apa-apa.' Ibu-ibu sekarang juga mulai cenderung mengambil sikap membiarkan hal seperti itu,” ujar Megawati, Senin (15/6/2026).

Ia menegaskan bahwa bullying bukan persoalan yang bisa dianggap remeh. Perilaku tersebut bertentangan dengan nilai kemanusiaan yang menjadi salah satu fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam pidatonya, Megawati juga menjelaskan makna di balik Salam Pancasila dan pekik Merdeka yang selama ini kerap ia sampaikan.

Menurutnya, seruan tersebut bukan sekadar slogan, melainkan pengingat agar masyarakat benar-benar mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Megawati menilai masih banyak orang yang memahami Pancasila hanya sebatas hafalan. Padahal, nilai persatuan dan kemanusiaan harus diwujudkan dalam tindakan nyata, termasuk dalam cara memperlakukan sesama.

“Pertanyaan saya, perikemanusiaan itu ada di mana pada kalian? Apakah hanya seperti kertas saja atau ada dalam hati kamu? Itulah sebabnya mengapa saya selalu meminta kalian semua berdiri menyambut Salam Pancasila,” tegasnya.

Melalui kesempatan tersebut, Megawati mengajak para orang tua, guru, dan seluruh elemen masyarakat untuk menanamkan nilai toleransi, empati, serta penghormatan terhadap sesama sejak dini.

Ia berharap sekolah dapat menjadi ruang yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh anak tanpa membedakan latar belakang sosial maupun ekonomi.

#Kota Blitar #Megawati Soekarnoputri

Komentar 0

Baca Juga