Libur Sekolah Ubah Peta Wisata Blitar, Pantai Tambakrejo Salip Kampung Coklat
Kunjungan wisata Kabupaten Blitar capai 1,89 juta wisatawan nusantara Januari–Juli 2026, dengan Kampung Coklat jadi destinasi terpopuler.
Poin Penting
- Kunjungan wisatawan nusantara ke Kabupaten Blitar capai 1.894.021 orang dan wisatawan mancanegara 236 orang sepanjang Januari–Juli 2026.
- Kampung Coklat jadi destinasi terpopuler periode Januari–Juli, sementara saat libur sekolah (20 Juni–12 Juli) posisi teratas beralih ke Pantai Tambakrejo.
- Wisata alam masih mendominasi kunjungan wisatawan nusantara (51,30 persen), sedangkan wisatawan mancanegara lebih banyak tertarik wisata budaya (85,17 persen).
KBRB – Kunjungan wisata di Kabupaten Blitar menunjukkan tren positif sepanjang Januari hingga Juli 2026.
Berdasarkan infografis Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Blitar, jumlah wisatawan nusantara mencapai 1.894.021 orang, sedangkan wisatawan mancanegara tercatat sebanyak 236 orang.
Kampung Coklat menjadi destinasi paling banyak dikunjungi selama periode Januari–Juli 2026.
Posisi kedua ditempati Sumur Amber, disusul Blitar Park di peringkat ketiga, Pendapa Ageng dan Rest Area Hand Asta Sih di posisi keempat, serta Pantai Pudak di urutan kelima.
Peta destinasi favorit sempat berubah pada periode libur sekolah 20 Juni hingga 12 Juli 2026.
Pantai Tambakrejo menjadi tujuan wisata paling ramai dikunjungi pada rentang waktu tersebut, diikuti Candi Penataran di peringkat kedua, lalu Blitar Park, Sumur Amber, dan Kampung Coklat.
Data Disbudpar juga menunjukkan tren kunjungan wisatawan nusantara masih didominasi wisata berbasis alam dengan porsi 51,30 persen.
Wisata buatan menyumbang 31,80 persen, sedangkan wisata budaya sebesar 16,89 persen.
Untuk wisatawan mancanegara, kunjungan paling banyak terjadi pada Juni dengan 64 wisatawan.
Sebelumnya, jumlah kunjungan tercatat 20 orang pada Januari, 27 orang pada Februari, 23 orang pada Maret, 61 orang pada April, dan 41 orang pada Mei.
Secara keseluruhan, tren kunjungan wisatawan asing didominasi wisata budaya yang mencapai 85,17 persen, disusul wisata buatan 14,41 persen dan wisata alam 0,42 persen.
Di sektor perhotelan, tingkat okupansi hotel pada semester pertama 2026 tercatat fluktuatif.
Okupansi tertinggi terjadi pada April sebesar 9,76 persen, kemudian turun menjadi 9,39 persen pada Mei dan 6,77 persen pada Juni.
Pada Januari okupansi hotel mencapai 9,79 persen, Februari 6,05 persen, dan Maret 6,51 persen.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.