Kuliah Gratis Bagi Warga Kurang Mampu, Mahasiswa Blitar Bakal Dihubungkan dengan UMKM
Pemkot Blitar siapkan jaminan pembiayaan kuliah hingga S-1 bagi pelajar desil 1-4 DTKS, dipadukan program link and match dengan UMKM dan pelatihan kerja.
Poin Penting
- Pemkot Blitar siapkan jaminan pembiayaan pendidikan hingga S-1 bagi pelajar desil 1-4 DTKS lewat Beasiswa Pemkot dan optimalisasi KIP Kuliah.
- Pemkot akan mengumpulkan siswa kelas XII SMA/SMK/MA dari kelompok desil tersebut bersama orang tua untuk briefing persiapan masuk perguruan tinggi.
- Program juga mencakup konsep link and match antara mahasiswa penerima bantuan dengan UMKM dan pelatihan kerja agar siap kerja setelah lulus.
KBRB – Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar menyiapkan program jaminan pembiayaan pendidikan tinggi hingga jenjang S-1 bagi pelajar dari keluarga kurang mampu.
Program tersebut menyasar siswa yang masuk kategori desil 1 hingga desil 4 dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Kebijakan ini disiapkan sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin mengatakan Pemkot Blitar tidak hanya akan memberikan dukungan biaya pendidikan lewat Beasiswa Pemerintah Kota Blitar maupun optimalisasi Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.
Pemerintah juga menyiapkan program pemberdayaan agar mahasiswa memiliki keterampilan yang dapat menunjang kesiapan kerja setelah lulus.
"Di tingkat pendidikan, prioritas kita adalah persiapan masuk perguruan tinggi, kursus, dan pelatihan. Ini mencakup masyarakat dari desil 1 sampai 4. Sebentar lagi, anak-anak kelas 3 beserta orang tuanya dari kelompok desil tersebut akan kami kumpulkan untuk kami berikan briefing," ujar Syauqul Muhibbin, Selasa (11/8/2026).
Pemkot Blitar akan menerapkan strategi jemput bola dengan mengumpulkan siswa kelas XII SMA, SMK, dan MA yang masuk kategori desil 1–4 bersama orang tua masing-masing.
Pertemuan tersebut akan digunakan untuk memberikan pengarahan mengenai persiapan masuk perguruan tinggi, prosedur administrasi, pilihan pembiayaan, hingga kesiapan siswa melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
Kondisi ekonomi keluarga, menurut Syauqul, tidak seharusnya menjadi penghalang bagi pelajar untuk mendapatkan pendidikan tinggi.
"Kami jelaskan kepada orang tua dan anak-anaknya agar fokus mempersiapkan diri masuk perguruan tinggi. Pemerintah menjamin biayanya sampai selesai, baik melalui KIP Kuliah maupun melalui Beasiswa Pemerintah Kota Blitar," tegasnya.
Program tersebut tidak berhenti pada pembiayaan kuliah.
Pemkot Blitar juga menyiapkan konsep link and match antara mahasiswa penerima bantuan dengan pelaku UMKM serta berbagai program pelatihan kerja.
Mahasiswa yang berkuliah di perguruan tinggi lokal nantinya diharapkan dapat memperoleh pengalaman praktis di luar kegiatan akademik — mereka akan diarahkan untuk mengenal dunia usaha, kewirausahaan, hingga keterampilan kerja sejak masih menjadi mahasiswa.
"Bagi yang menempuh pendidikan lokal di sini, kami akan link-kan langsung dengan UMKM dan berbagai program pelatihan. Harapannya, sambil kuliah mereka bisa belajar berwirausaha dan bekerja. Jadi selain mengantongi gelar akademis, mereka punya soft skill dan kesiapan kerja saat lulus. Itu target utama kami," pungkas Syauqul.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.