Kayu Penyangga Atap Lapuk, Dua Sekolah Dasar di Kota Blitar Jalani Perbaikan
Revitalisasi 27 TK dan SD di Kota Blitar mencakup pembongkaran rangka atap tua di SD Negeri Bendo 1 dan SD Negeri Pakunden 2 serta penggantian kayu penyangga yang lapuk.
Poin Penting
SDN Bendo 1 Kota Blitar jalani revitalisasi pembongkaran rangka atap tua.
SDN Pakunden 2 Kota Blitar jalani perbaikan sebagian besar bangunan.
SDN Kepanjenlor 2 Kota Blitar jalani revitalisasi berlangsung di sisi timur bangunan.
Kabar Blitar – Rangka atap tua di SD Negeri Bendo 1 dan SD Negeri Pakunden 2, Kota Blitar, dibongkar dalam program revitalisasi sekolah yang saat ini berlangsung di 27 TK dan SD.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Blitar, Dindin Alinurdin, mengatakan kedua sekolah tersebut termasuk lokasi dengan porsi pekerjaan cukup besar karena perbaikan menyasar sebagian besar bangunan.
“Perbaikan di dua sekolah itu dilakukan pada sebagian besar bangunan, termasuk bagian atap yang kondisinya sudah berusia tua,” ujar Dindin.
Revitalisasi tidak hanya mencakup perbaikan bagian luar bangunan, tetapi juga pembenahan konstruksi yang kondisinya berpotensi membahayakan keselamatan warga sekolah.
Salah satu pekerjaan yang dilakukan adalah mengganti kayu penyangga atap yang sudah lapuk, dengan cakupan pembongkaran dan penggantian disesuaikan dengan kondisi masing-masing bangunan.
“Salah satunya mengganti kayu penyangga atap yang sudah lapuk. Penggantiannya sesuai kondisi bangunan, bisa menyeluruh, bisa juga pada bagian tertentu,” katanya.
Selain SD Negeri Bendo 1 dan SD Negeri Pakunden 2, pekerjaan revitalisasi juga berlangsung di SD Negeri Kepanjenlor 2, khususnya pada sisi timur bangunan.
Program revitalisasi terhadap 27 sekolah tersebut menggunakan anggaran APBN dengan nilai yang bervariasi, mulai dari Rp 100 juta hingga lebih dari Rp 1 miliar untuk setiap sekolah.
Pengerjaan fisik masih berlangsung dan ditargetkan rampung pada Desember 2026 sesuai kontrak yang ditetapkan pemerintah.
“Target kami seluruh pengerjaan bisa selesai tepat waktu, sehingga bangunan sekolah lebih aman dan nyaman digunakan untuk kegiatan belajar mengajar,” pungkasnya.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.