Kasus Menantu Bunuh Mertua di Blitar Diduga Bukan Pembunuhan Berencana
Berdasarkan hasil pemeriksaan kasus menantu bunuh mertua di Blitar, polisi menduga tidak ada indikasi pembunuhan berencana.
Poin Penting
- Polisi tidak temukan indikasi pembunuhan berencana.
- Kasus menantu bunuh mertua diduga akibat spontanitas.
- Sakit hati jadi motif tersangka gelap mata.
Kabar Blitar – Peristiwa tragis menimpa seorang perempuan lanjut usia berinisial S (70) yang merupakan warga Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Korban harus kehilangan nyawa setelah diduga dibunuh oleh menantunya sendiri, NV (21).
Kasus pembunuhan dalam lingkup keluarga ini pun mengundang perhatian publik karena dilatarbelakangi konflik rumah tangga yang telah berlangsung lama.
Hasil pemeriksaan kepolisian mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut tidak dilakukan dengan perencanaan matang.
Aparat menduga tindakan pelaku murni dilakukan secara spontan akibat emosi yang memuncak. Kapolres Blitar Kota, AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo, menegaskan tidak ditemukan unsur perencanaan dalam kasus tersebut.
"Ini muncul berdasarkan hasil keterangan saksi maupun tersangka. Jadi tidak direncanakan dan merupakan spontanitas,” ujarnya.
Dari hasil penyelidikan, polisi juga mengonfirmasi bahwa hubungan antara korban dan tersangka memang tidak berjalan harmonis.
Ketegangan di antara keduanya telah terjadi berulang kali sebelum peristiwa berdarah tersebut. “Dari hasil keterangan memang keduanya sering cekcok. Hal itu diawali dari korban yang memang tidak suka pada tersangka,” kata AKBP Kalfaris.
Konflik yang terus berlarut itu akhirnya memuncak dan berujung pada aksi fatal. “Sehingga kejadian itu (Pembunuhan, Red) adalah puncak kemarahan kepada korban,” pungkasnya.
Peristiwa pembunuhan itu terjadi di Desa Gandekan, Kabupaten Blitar, pada Senin malam, 26 Januari 2026.
Kejadian bermula dari pertengkaran antara korban dan pelaku terkait persoalan rumah tangga. Dalam cekcok tersebut, korban diketahui mengusir pelaku dari rumah.
Situasi semakin memanas ketika korban mengacungkan gergaji ke arah tersangka sambil melontarkan makian.
Merasa terancam dan tersulut emosi, NV mendorong korban hingga terjatuh di atas tempat tidur. Dalam kondisi gelap mata, pelaku kemudian mencekik leher korban sebelum secara spontan mengambil gunting yang berada di atas tempat tidur.
Gunting tersebut ditusukkan ke leher korban sebanyak tiga kali dan ke bagian perut kanan sebanyak dua kali hingga korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Usai kejadian, pelaku melarikan diri bersama anak perempuannya yang masih berusia satu tahun menggunakan sepeda listrik.
Keduanya sempat bersembunyi di sebuah penginapan di Kabupaten Tulungagung sebelum akhirnya berhasil diamankan aparat kepolisian.
Saat ini, NV telah ditetapkan sebagai tersangka dan menjalani proses hukum atas kasus pembunuhan ibu mertuanya.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.