Jejak Baru Seni Bulan Ramadhan, Pameran Kaligrafi Perdana Hadir di Kota Blitar
Momentum Ramadan dimanfaatkan pegiat seni kaligrafi di Kota Blitar dengan menggelar pameran kaligrafi perdana di Art Center Sananwetan. Pameran yang berlangsung 25 Februari–25 Maret 2026 ini menampilkan 32 karya dari 13 seniman dan menjadi tonggak baru apresiasi seni kaligrafi sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif.
Poin Penting
- Pameran kaligrafi Ramadan digelar di Art Center Kota Blitar.
- Sebanyak 32 karya kaligrafi dari 13 seniman tampil di pameran.
- Pameran dinilai memberikan ruang khusus bagi seni kaligrafi di Blitar.
Kabar Blitar – Momentum Ramadan dimanfaatkan para pegiat seni kaligrafi di Kota Blitar dengan menghadirkan pameran perdana yang secara khusus menampilkan karya kaligrafi.
Pameran ini menjadi tonggak baru bagi geliat seni kaligrafi di daerah, sekaligus membuka ruang apresiasi yang selama ini jarang diberikan secara khusus.
Kegiatan tersebut digelar di Art Center kawasan Kelurahan Sananwetan dan berlangsung selama satu bulan, mulai 25 Februari hingga 25 Maret 2026.
Sebanyak 32 karya kaligrafi hasil tangan 13 seniman dipamerkan kepada publik. Mayoritas peserta berasal dari Blitar, sementara satu seniman dari Kediri turut ambil bagian dengan menampilkan dua karya.
Panitia pelaksana pameran, Danang Sujatniko, menjelaskan bahwa kegiatan ini berangkat dari diskusi sederhana antar komunitas seniman yang ingin mengisi Ramadan dengan kegiatan bermakna.
Dari perbincangan tersebut, mereka kemudian menemukan potensi seni kaligrafi yang cukup kuat di Blitar, termasuk adanya seniman yang pernah berpameran hingga tingkat internasional.
“Awalnya hanya obrolan kecil. Kami ingin Ramadan tidak hanya diisi kegiatan seremonial, tapi juga ruang apresiasi seni. Akhirnya sepakat menggelar pameran kaligrafi ini,” ujar Danang, Sabtu (28/2/2026).
Ia menyebut pameran ini menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya karya kaligrafi mendapatkan ruang khusus di Blitar. Selama ini, karya kaligrafi umumnya dipamerkan bersama seni rupa lain tanpa fokus tersendiri.
Antusiasme masyarakat terhadap pameran ini pun terbilang tinggi. Jika biasanya galeri seni hanya ramai saat pembukaan, pameran kaligrafi Ramadan ini justru banyak dikunjungi pada hari-hari biasa. Waktu kunjungan paling padat tercatat pada pukul 10.00 hingga 14.00 WIB.
Selain sebagai ruang apresiasi seni, pameran ini juga membuka peluang ekonomi bagi para seniman.
Sejumlah karya telah dipasarkan dengan harga yang disepakati bersama, dan respons pengunjung terhadap penjualan dinilai cukup positif.
“Awalnya teman-teman belum tahu minat pasar seperti apa. Ternyata responsnya bagus, bahkan sudah ada karya yang terjual,” katanya.
Ke depan, panitia berharap pameran kaligrafi Ramadan ini dapat menjadi agenda rutin tahunan. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi wadah berkelanjutan bagi komunitas kaligrafi di Blitar agar terus tumbuh, aktif, dan melahirkan regenerasi seniman kaligrafi di masa mendatang.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.