Jalan Kedawung-Sumberasri Blitar Rusak Parah, Warga Minta Ada Perbaikan
Warga keluhkan jalan penghubung Desa Kedawung-Sumberasri, Nglegok, Blitar, yang rusak parah dan membahayakan pengendara, minta segera diperbaiki.
Poin Penting
- Jalan penghubung Desa Kedawung-Sumberasri di Nglegok sepanjang sekitar 1,5 kilometer rusak parah, dipenuhi lubang dan aspal mengelupas.
- Warga sebut kerusakan sudah berlangsung lama dan makin membahayakan pengendara motor, terutama saat hujan.
- Warga minta perbaikan menyeluruh, bukan sekadar tambal sulam, agar jalan kembali aman dan nyaman.
KBRB – Kondisi jalan penghubung Desa Kedawung dan Desa Sumberasri, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, dikeluhkan warga karena mengalami kerusakan di sejumlah titik.
Ruas jalan sepanjang sekitar 1,5 kilometer tersebut dipenuhi lubang dan aspal yang mengelupas sehingga membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor.
Jalur tersebut menjadi salah satu akses alternatif menuju Kabupaten Kediri sekaligus bagian dari jalur lingkar Gunung Kelud.
Namun, kondisi jalan yang semakin rusak membuat pengendara harus memperlambat laju kendaraan dan meningkatkan kewaspadaan ketika melintas.
Salah seorang pengguna jalan, Ali Imron, mengatakan kerusakan telah berlangsung cukup lama dan kondisinya semakin parah, terutama ketika hujan turun.
"Pengendara sepeda motor harus ekstra hati-hati karena rawan terperosok," katanya.
Menurut Ali, air hujan yang menggenangi lubang membuat pengendara kesulitan mengetahui kedalaman kerusakan jalan.
Risiko kecelakaan semakin tinggi ketika kendaraan roda dua harus berbagi ruang dengan truk maupun kendaraan berukuran besar.
"Banyak lubang yang tertutup air hujan, jadi beberapa kali motor harus menerjang lubang karena penglihatannya terbatas," ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan warga setempat, Husna.
Menurutnya, jalan tersebut memiliki peran penting bagi aktivitas masyarakat sehari-hari dan cukup sering dilalui kendaraan bertonase besar.
"Memang jalan di sini sudah lama mengalami kerusakan," ucapnya.
Kerusakan terlihat semakin parah di sejumlah bagian karena lapisan aspal telah terkelupas hingga menyisakan batu dasar.
Kondisi jalan yang relatif sempit juga membuat kendaraan besar harus melintas secara bergantian agar arus lalu lintas tetap berjalan.
"Jadi ada yang mengatur supaya para pengendara berjalan bergantian. Memang jalurnya sempit," tambah Husna.
Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan secara menyeluruh.
Mereka menilai penanganan jalan tidak cukup hanya dilakukan dengan tambal sulam, tetapi perlu perbaikan konstruksi agar kondisi ruas tersebut kembali aman dan nyaman bagi pengguna jalan.
"Harapannya tentunya jalan bisa segera diperbaiki, supaya untuk akses bagi pengendara bisa lebih enak dan aman," pungkas Husna.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.