Jadwal Masuk Sekolah Rakyat Kota Blitar Resmi Ditunda, Pemkot Tunggu Pembersihan Sisa Material Rampung
Pemkot Blitar tunda kegiatan belajar Sekolah Rakyat hingga pembersihan sisa material bangunan rampung, meski verifikasi 200 calon siswa terus berjalan.
Poin Penting
- Pemkot Blitar tunda kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat, menunggu pembersihan sisa material pembangunan rampung.
- Sekitar 200 anak telah menjalani verifikasi lapangan sebagai calon peserta didik, dan jumlahnya masih bertambah.
- Perlengkapan siswa seperti seragam dan alat kebersihan diri sudah disiapkan, tinggal didistribusikan setelah sekolah resmi dimulai.
KBRB – Rencana dimulainya kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat (SR) Kota Blitar kembali ditunda.
Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar masih menunggu proses pembersihan sisa material pembangunan agar lingkungan sekolah benar-benar siap digunakan.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Blitar, Eka Atikah, mengatakan keputusan tersebut diambil untuk memastikan para siswa dapat belajar di lingkungan yang aman, bersih, dan sehat.
"Menunggu pembersihan material selesai supaya siswa Sekolah Rakyat lebih nyaman dan kesehatannya terjaga. Demi kenyamanan, keamanan, dan kesehatan anak-anak, diputuskan ditunda dulu sampai kondisinya lebih bersih," ujarnya, Jumat (31/7/2026).
Antusiasme calon siswa untuk segera mengikuti pembelajaran, menurut Eka, cukup tinggi.
Sejumlah orang tua bahkan telah menanyakan alasan penundaan jadwal masuk sekolah yang sebelumnya direncanakan berlangsung pada akhir Juli.
Pemkot Blitar menegaskan penundaan dilakukan sebagai langkah antisipasi agar siswa tidak terdampak aktivitas pembersihan yang masih berlangsung di lingkungan sekolah.
"Ditunda agar semuanya rapi dulu dan lingkungan sekolah benar-benar bersih sehingga siswa-siswi merasa nyaman," katanya.
Proses verifikasi calon peserta didik sendiri masih terus berjalan.
Hingga saat ini sekitar 200 anak telah menjalani verifikasi lapangan, dan jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah.
"Alhamdulillah sekitar 200 anak sudah mengikuti proses verifikasi lapangan, dan jumlahnya masih terus bertambah," jelasnya.
Berbagai perlengkapan untuk menunjang kebutuhan siswa, tambah Eka, juga telah disiapkan — mulai dari seragam, perlengkapan kebersihan diri, hingga kebutuhan pendukung lainnya, tinggal didistribusikan setelah kegiatan belajar resmi dimulai.
"Seragam, alat kebersihan diri, dan kebutuhan lainnya sudah disiapkan. Tinggal dibagikan kepada para siswa," pungkasnya.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.