Dukung jurnalisme lokal, bebas iklan dan bebas berkomentar. Daftar Member
Pendidikan

Hasil TKA Siswa Belum Jadi Tiket Masuk Dunia Kerja, Cabdindik Blitar: Suatu Saat Akan Diperhitungkan

Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) siswa kelas 12 SMA dan SMK saat ini belum menjadi syarat melamar pekerjaan, tetapi berpeluang dipertimbangkan dunia kerja pada masa mendatang.

TKA SMA Blitar
TKA SMA Blitar.

Poin Penting

  • Hasil TKA siswa SMA dan SMK belum digunakan sebagai persyaratan melamar pekerjaan.

  • Gladi bersih TKA berlangsung pada 5–18 Oktober 2026.

  • Pelaksanaan tes dijadwalkan pada 26 Oktober hingga 8 November 2026.

Kabar Blitar – Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa kelas 12 SMA dan SMK belum digunakan sebagai syarat melamar pekerjaan.

Kendati demikian, Hasil TKA berpeluang menjadi salah satu pertimbangan dunia kerja pada masa mendatang.

Kasi SMA dan PKPLK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Blitar, Abusani Abizalfa, mengatakan hasil TKA saat ini belum berkaitan langsung dengan persyaratan melamar pekerjaan.

“Saat ini TKA memang tidak dipergunakan untuk bekerja, tapi suatu saat bisa jadi ada kemungkinan pada saat melamar pekerjaan itu akan diperhitungkan juga,” kata Abusani.

TKA tahun ini telah memasuki tahap gladi bersih yang berlangsung pada 5–18 Oktober 2026, sedangkan pelaksanaan tes dijadwalkan pada 26 Oktober hingga 8 November 2026.

Menurut Abusani, pelaksanaan TKA tahun ini terintegrasi dengan Asesmen Nasional (AN), sehingga siswa yang mengikuti TKA juga akan mengerjakan soal AN.

“TKA tahun ini include dengan Asesmen Nasional, jadi peserta TKA sekaligus merupakan peserta Asesmen Nasional. Selain mengerjakan soal-soal TKA, peserta juga mengerjakan soal-soal Asesmen Nasional,” ujarnya.

Pelaksanaan tes berlangsung di sekolah masing-masing dengan pembagian sesi menyesuaikan jumlah siswa kelas 12 dan kapasitas ruang yang tersedia.

Setiap ruang ujian maksimal menampung 20 peserta, sedangkan jumlah sesi dapat mencapai tiga kali dalam sehari sesuai kondisi dan fasilitas sekolah.

Abusani mencontohkan, sekolah dengan 100 siswa kelas 12 harus membagi peserta sesuai kapasitas ruang ujian dan jumlah laboratorium komputer yang tersedia.

“Misalnya siswa kelas 12 ada 100 anak, satu ruang maksimal 20. Kalau punya dua laboratorium, tinggal dibagi sesuai kapasitas ruang yang tersedia,” jelasnya.

Pelaksanaan TKA dibagi menjadi dua gelombang yang dipilih oleh masing-masing sekolah. Abusani memperkirakan jumlah peserta dari SMK lebih banyak dibandingkan SMA karena jumlah lembaga SMK di wilayah Blitar juga lebih banyak.

Ia menambahkan, pelaksanaan TKA tetap penting bagi siswa dan sekolah, terlebih karena tahun ini tes tersebut terintegrasi dengan Asesmen Nasional.

“Jadi tahun ini TKA include dengan AN, sehingga sangat diperlukan untuk sekolah maupun siswa itu sendiri,” pungkasnya.

#Cabdindik Blitar #TKA Blitar

Komentar 0

Baca Juga