Edisi Kelima BEN Carnival Kota Blitar, 40 Pertunjukan Budaya Tampil pada Malam Hari
BEN Carnival 2026 Kota Blitar digelar malam hari, tampilkan 40 pertunjukan budaya dari 34 provinsi dalam rangka Hari Kemerdekaan RI.
Poin Penting
- BEN Carnival 2026 Kota Blitar digelar malam hari untuk pertama kali, bertepatan edisi kelima penyelenggaraan tahunan.
- Sebanyak 40 penampilan budaya dari 34 provinsi ditampilkan, bertepatan momentum peringatan Hari Kemerdekaan RI.
- Pembatas penonton dibuat lebih rendah dari tahun sebelumnya agar masyarakat bisa menyaksikan pertunjukan lebih leluasa.
Kabar Blitar – Pemerintah Kota Blitar menggelar Blitar Ethnic National (BEN) Carnival 2026 pada malam hari.
Perubahan waktu pelaksanaan tersebut menjadi pembeda pada penyelenggaraan tahun kelima agenda tahunan tersebut.
Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin mengatakan BEN Carnival tahun ini sengaja digelar malam hari karena memasuki edisi kelima.
Meski waktunya berubah, rute pelaksanaan masih menggunakan jalur seperti penyelenggaraan sebelumnya.
"Karena ini edisi kelima atau lima tahun, maka mulai tahun ini kita coba tampilkan di malam hari. Cuma rutenya memang masih seperti kemarin," kata Syauqul.
BEN Carnival, menurutnya, menjadi ruang untuk menampilkan keberagaman budaya Nusantara.
Tahun ini terdapat 40 penampilan yang mewakili 34 provinsi di Indonesia.
Pelaksanaan BEN Carnival, kata Syauqul, bertepatan dengan momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Karena itu, pertunjukan budaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari cara memperkenalkan keberagaman budaya kepada masyarakat.
"Dalam merayakan Hari Kemerdekaan ini sekaligus kita menampilkan budaya Nusantara agar masyarakat mengetahui bahwa bangsa kita sangat besar, sangat beragam, dan sangat majemuk sehingga bisa bersatu menjadi satu kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujarnya.
Konsep BEN Carnival untuk menampilkan berbagai budaya Nusantara, ia mengatakan, akan dipertahankan pada tahun-tahun berikutnya.
Namun, penyelenggara akan terus melakukan perubahan pada tata letak dan bentuk penyajian.
Salah satunya terlihat dari pengaturan pembatas penonton — jika sebelumnya pagar besi dibuat cukup tinggi dan memenuhi sisi rute, tahun ini pembatas dibuat lebih rendah agar masyarakat dapat melihat pertunjukan dengan lebih leluasa.
"Layout-nya, inovasinya, terus kemudian hal-hal yang terkait tampilannya selalu kita perbaiki," katanya.
Syauqul juga membuka kemungkinan rute BEN Carnival diperpanjang pada penyelenggaraan mendatang agar lebih banyak masyarakat dapat menyaksikan pertunjukan.
Sementara itu, meski pelaksanaan kegiatan pemerintahan berada dalam situasi efisiensi anggaran, Syauqul mengatakan kegiatan yang melibatkan masyarakat tetap dijalankan.
"Efisiensi itu dalam artian kami berusaha menghemat internal kami, internal pemerintahan. Tapi dalam hal suguhan acara, dalam hal melibatkan masyarakat, maka kami akan memperbanyak," ujarnya.
Peserta BEN Carnival tidak seluruhnya berasal dari Kota Blitar. Sejumlah talenta dari daerah lain juga dilibatkan karena banyaknya jenis seni dan budaya yang ditampilkan.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.