Dukung jurnalisme lokal, bebas iklan dan bebas berkomentar. Daftar Member
Blitarpedia

Didominasi Kelapa dan Tebu, Perkebunan Blitar Capai 34.150 Hektare

Sektor perkebunan Kabupaten Blitar capai 34.150 hektare pada 2024, dengan kelapa, tebu, dan kopi jadi komoditas unggulan penopang ekonomi daerah.

Didominasi Kelapa dan Tebu, Perkebunan Blitar Capai 34.150 Hektare
Panen kopi di perkebunan Blitar. (Ist)

Poin Penting

  • Luas areal perkebunan Kabupaten Blitar mencapai 34.150,66 hektare pada 2024, dengan kelapa jadi komoditas terluas (18.164,60 hektare).
  • Areal tebu 2025 mencapai sekitar 14.028 hektare dengan produksi lebih dari 1 juta ton; Pemkab targetkan bongkar ratoon dan perluasan 6.100 hektare pada 2026.
  • Data statistik perkebunan 2026 secara lengkap baru akan tersedia resmi pada awal 2027 setelah proses pendataan selesai.

KBRB – Sektor perkebunan masih menjadi salah satu penopang perekonomian masyarakat Kabupaten Blitar dengan sejumlah komoditas unggulan yang tersebar di berbagai kecamatan.

Berdasarkan data Portal Data Kabupaten Blitar yang bersumber dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian serta BPS Kabupaten Blitar dan diperbarui 6 Februari 2026, luas areal perkebunan di Kabupaten Blitar pada 2024 mencapai 34.150,66 hektare.

Komoditas kelapa menjadi tanaman perkebunan dengan areal terluas, yakni mencapai 18.164,60 hektare.

Selanjutnya, areal tebu pada 2025 tercatat sekitar 14.028 hektare, sedangkan kopi mencapai 2.510,70 hektare. 

Selain ketiga komoditas tersebut, masyarakat Kabupaten Blitar juga mengembangkan sejumlah tanaman perkebunan lain, seperti kakao, cengkeh, lada, dan berbagai komoditas lainnya.

Tebu menjadi salah satu komoditas yang mendapat perhatian dalam pengembangan perkebunan daerah.

Pada 2025, luas areal tebu mencapai sekitar 14.028 hektare dengan produksi lebih dari 1 juta ton dan rata-rata produktivitas sekitar 73,5 ton per hektare.

Memasuki 2026, Pemkab Blitar menargetkan penanganan tanaman tebu melalui program bongkar ratoon dan perluasan areal.

Total lahan yang menjadi sasaran mencapai 6.100 hektare, terdiri atas 5.600 hektare bongkar ratoon dan 500 hektare perluasan lahan baru.

Program tersebut masih berjalan hingga pertengahan 2026 dan terus dipantau dinas terkait sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas perkebunan.

Secara umum, produktivitas perkebunan di Kabupaten Blitar juga tercatat relatif stabil dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2024, rata-rata produktivitas perkebunan mencapai 78,93 ton per hektare.

Data statistik perkebunan untuk 2026 belum tersedia secara lengkap.

Data yang telah dikukuhkan saat ini masih menggunakan statistik 2024, sedangkan angka 2025 hingga 2026 merupakan data perkembangan, capaian sementara, dan target program pemerintah.

Data statistik perkebunan 2026 secara lengkap diperkirakan baru dapat tersedia secara resmi pada awal 2027 setelah seluruh proses pendataan dan pengolahan statistik selesai.

#Kabupaten Blitar #Perkebunan Blitar

Komentar 0

Baca Juga