Dukung jurnalisme lokal, bebas iklan dan bebas berkomentar. Daftar Member
Feature

Dari Coretan Masa Kecil ke Panggung Dunia, Renata Dianitasari Rajut Mimpi Lewat Kebaya

Renata Dianitasari yang sejak kecil hobi menggambar pada akhirnya memilih terjun ke dunia desainer kebaya yang membuat karyanya dilirik dunia.

Dari Coretan Masa Kecil ke Panggung Dunia, Renata Dianitasari Rajut Mimpi Lewat Kebaya
Renata Dianitasari, Desainer Kebaya Blitar

Poin Penting

  • Renata Dianitasari bangun mimpi jadi desainer sejak SD.
  • Beranikan diri mulai usaha di Kota Blitar.
  • Kebaya karya Renata Dianitasari kini diakui dunia.

Kabar Blitar – Di sebuah sudut Kota Blitar, mimpi tentang kebaya tumbuh perlahan, dirajut dengan kesabaran dan ketekunan. 

Berawal dari kegemaran menggambar sejak masa kanak-kanak, mimpi itu kini menjelma menjadi karya penuh detail yang berkilau lewat manik-manik, bahkan menembus batas negeri. 

Sosok di balik perjalanan tersebut adalah Renata Dianitasari, desainer kebaya muda asal Kelurahan Bendogerit, yang membuktikan bahwa keberanian memulai dari hal sederhana mampu membuka jalan panjang penuh makna.

Ketertarikan Renata pada dunia busana telah muncul sejak usia dini. Ia gemar menggambar dan menaruh perhatian besar pada detail pakaian, terutama kebaya yang menurutnya menuntut ketelitian, kesabaran, sekaligus kepekaan rasa. 

Ketertarikan itu terus terpelihara hingga akhirnya menjadi identitas karya yang kini dikenal luas. “Dari kecil memang sudah suka menggambar. Waktu kecil saat lihat animasi seperti di karakter sailor moon yang jadi fokus perhatian saya itu detail bajunya," katanya.

Sementara itu, dia sudah memimpikan menjadi seorang desainer baju sejak duduk di bangku sekolah dasar.

"Jadi sejak SD udah kepikiran mau ah nanti kerja gini aja desain dan gambar gambar baju. Terbawalah mimpi itu hingga akhirnya saya masuk di SMK 3 dan meneruskan ke perguruan tinggi di jurusan tata busana,” ungkap Renata.

Berangkat dari kecintaannya pada dunia desain, Renata menempuh pendidikan fashion di Institut Seni Indonesia Bali. 

Di sela masa kuliah, ia sempat membuka galeri kecil di Denpasar sebagai langkah awal merintis usaha. 

Meski tidak bertahan lama karena tingginya biaya operasional, pengalaman tersebut menjadi ruang belajar penting dalam perjalanan kreatifnya.

Usai menyelesaikan pendidikan, Renata memilih kembali ke kampung halaman di Kota Blitar. Keputusan itu tidak diambil secara tergesa. 

Ia mengamati pasar, membaca tren, dan menimbang peluang sebelum akhirnya memberanikan diri membuka rumah kebaya pada 2019. 

Respon positif mulai berdatangan, pesanan kian mengalir, hingga usahanya berkembang tidak hanya pada pembuatan, tetapi juga persewaan kebaya dan gaun.

“Waktu itu coba bangun butik di Bali disela-sela kuliah, lalu saya pikir pikir ternyata kok besar ya biaya operasionalnya. Akhirnya saya putuskan kembali ke Blitar, pelajari minat dan trend disini, wah kayaknya ada peluang nih untuk lanjutin buat rumah kebaya tepatnya di 2019," ungkapnya.

Keputusan tersebut ternyata membuahkan hasil, lambat laun pesanan mulai berdatangan dan membuatnya merekrut tim penjahit.

"Sejak itu mengalir akhirnya pesanan ramai akhirnya merekrut lebih banyak tim untuk jahit, karena kayanya ga sanggup deh kalau semua dihandle sendiri,” ujarnya.

Kini, Renata membangun tim kerja yang solid dan terstruktur. Proses produksi dibagi sesuai keahlian, mulai dari penjahitan, bordir, hingga pemasangan detail. 

Karyanya tak hanya dikenakan warga Blitar dan sekitarnya, tetapi juga diminati dari berbagai daerah seperti Malang hingga luar Pulau Jawa. 

Salah satu pencapaian yang membanggakan adalah ketika desain kebayanya dipesan hingga ke Kanada. 

Pelanggannya berasal dari berbagai kalangan, mulai mahasiswa untuk wisuda hingga pasangan yang mempersiapkan hari pernikahan.

Tak berhenti pada produksi busana, Renata juga berbagi ilmu melalui Renata Fashion Design School (RFDS), ruang belajar bagi mereka yang ingin mendalami desain kebaya dan gaun. 

Ia berharap semakin banyak talenta muda berani berkarya dan menjadikan hobi sebagai jalan masa depan.

Menutup kisahnya, Renata menyampaikan pesan sederhana namun kuat bagi generasi muda. “Kalau memang itu hobi dan bikin kita semangat, jalanin dulu. Dari situ, pelan-pelan arah akan terbentuk sendiri,” tutupnya.

#Desainer Kebaya #Renata Dianitasari

Komentar 0

Baca Juga