Dukung jurnalisme lokal, bebas iklan dan bebas berkomentar. Daftar Member
Wisata

Anggaran Lagi Seret, Pemkot Blitar Tunda Pengembangan Makam Bung Karno

Pemkot Blitar tunda pengembangan fisik kawasan Makam Bung Karno sepanjang 2026 karena keterbatasan anggaran, fokus pemeliharaan rutin.

Kawasan Makam Bung Karno
Kawasan Makam Bung Karno. (KBRB)

Poin Penting

  • Pemkot Blitar pastikan belum ada pengembangan fisik di kawasan Makam Bung Karno sepanjang 2026 akibat anggaran terbatas.
  • Anggaran tahun ini hanya cukup untuk pemeliharaan rutin, seperti pengecatan pagar dan perawatan fasilitas.
  • Pemkot fokus matangkan perencanaan pemetaan kawasan sebelum mengajukan dukungan anggaran ke pemerintah pusat.

KBRB – Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar memastikan belum akan melakukan pengembangan fisik di kawasan Makam Bung Karno (MBK) sepanjang 2026.

Keterbatasan anggaran membuat pemerintah hanya mengalokasikan dana untuk pemeliharaan rutin agar kawasan wisata sejarah tersebut tetap nyaman dikunjungi.

Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin mengatakan anggaran yang tersedia tahun ini diprioritaskan untuk menjaga kondisi fasilitas yang sudah ada.

Pekerjaan yang dilakukan meliputi pengecatan pagar serta perawatan sejumlah sarana pendukung di kawasan MBK.

"Tahun ini memang anggarannya kecil. Hanya cukup untuk pemeliharaan rutin, seperti pengecatan pagar dan perawatan fasilitas yang ada," ujarnya.

Syauqul menjelaskan, keterbatasan anggaran membuat Pemkot belum dapat merealisasikan pengembangan kawasan secara lebih luas.

Untuk sementara, pemerintah memilih mematangkan perencanaan sebagai dasar penataan MBK pada masa mendatang.

Menurutnya, pemetaan kawasan diperlukan untuk mengetahui kebutuhan pengembangan sekaligus menghitung besaran anggaran yang dibutuhkan agar pembangunan dapat dilakukan secara terarah.

"Kami petakan dulu kebutuhannya. Setelah perencanaannya matang, baru kami akan mengajukan dukungan kepada pemerintah pusat agar kawasan ini bisa lebih representatif," katanya.

Pemkot Blitar berharap pengembangan kawasan MBK di masa mendatang tidak hanya meningkatkan kenyamanan peziarah, tetapi juga memperkuat fungsi kawasan sebagai destinasi wisata sejarah yang edukatif.

"Kami ingin para peziarah datang dengan nyaman, bisa berziarah dengan khusyuk, sekaligus meneladani semangat Bung Karno. Jas Merah, jangan sekali-kali melupakan sejarah," tandasnya.

#Makam Bung Karno #Pemkot Blitar #Wali Kota Blitar

Komentar 0

Baca Juga