Ada Pesan Terakhir Sebelum Kejadian, Warga Wonodadi Ditemukan Meninggal Dunia
Berita ini menyajikan informasi terkait dugaan peristiwa bunuh diri dengan tetap mengedepankan sikap empati, kepentingan publik, serta menghindari pemaparan detail yang berpotensi menimbulkan peniruan. Bagi pembaca yang mengalami tekanan psikologis atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, disarankan segera mencari bantuan dari tenaga profesional atau fasilitas layanan kesehatan.
Poin Penting
- Seorang pria ditemukan tewas gantung diri.
- Diduga mengalami masalah keluarga.
- Sempat berikan pesan terakhir.
Kabar Blitar – Seorang warga Desa Gandekan, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar, ditemukan meninggal dunia di rumahnya sendiri, Rabu (25/2/2026) siang.
Korban diduga mengakhiri hidup dengan cara gantung diri. Peristiwa ini pertama kali diketahui pihak keluarga setelah korban sempat mengeluhkan kondisinya dan menyampaikan pamit.
Kasi Humas Polres Blitar Kota, AKP Samsul Anwar, menjelaskan bahwa sebelum kejadian, keluarga menerima pesan suara dari anak korban.
Dalam pesan tersebut disampaikan bahwa korban berinisial S mengaku sudah tidak kuat dan berpamitan.
“Korban sempat mengeluh tidak kuat lagi dan berpamitan. Informasi itu diterima keluarga melalui voice note dari anak korban,” ujar AKP Samsul.
Mendapat kabar tersebut, pelapor bersama suaminya segera mendatangi rumah korban. Sekitar pukul 11.30 WIB, mereka menemukan korban sudah dalam kondisi meninggal dunia di bagian belakang rumah.
Korban ditemukan tergantung dengan tali yang diikatkan pada atap rumah dan melilit lehernya. Kejadian itu kemudian disampaikan kepada salah satu anggota keluarga korban, Purnomo, sebelum akhirnya dilaporkan ke Polsek Wonodadi.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian, polisi memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Dugaan sementara, korban meninggal dunia akibat gantung diri yang dipicu permasalahan keluarga.
"Tidak ditemukan tanda kekerasan. Kesimpulan awal, korban meninggal dunia karena gantung diri akibat permasalahan keluarga,” jelas AKP Samsul.
Korban diketahui berusia sekitar 62 tahun dan saat kejadian berada di rumah bersama anggota keluarganya.
Petugas kepolisian bersama tenaga kesehatan dari puskesmas setempat melakukan pemeriksaan awal terhadap jenazah. Proses visum dilakukan sesuai permohonan pihak keluarga.
Setelah seluruh rangkaian pemeriksaan selesai, jenazah korban diserahkan kembali kepada keluarga untuk dimakamkan.
Kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih peka terhadap kondisi psikologis anggota keluarga dan segera mencari bantuan apabila mendapati tanda-tanda tekanan mental yang berat.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.