99 Mahasiswa Terima Beasiswa Pemkot Blitar, Wali Kota Minta Penerima Tak Menganggur Pasca Kuliah
Pemkot Blitar menyalurkan beasiswa kepada 99 mahasiswa dengan total anggaran sekitar Rp375 juta. Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin meminta penerima beasiswa memanfaatkan kesempatan kuliah dengan serius dan tidak menganggur setelah lulus.
Poin Penting
- Pemkot Blitar menyalurkan beasiswa kepada 99 mahasiswa.
- Total anggaran beasiswa kuliah sekitar Rp375 juta.
- Wali Kota Blitar meminta penerima beasiswa memiliki kesiapan kerja setelah lulus.
Kabar Blitar – Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, menegaskan penerima beasiswa dari Pemerintah Kota Blitar diharapkan memanfaatkan kesempatan pendidikan dengan sungguh-sungguh serta tidak menganggur setelah lulus kuliah.
Pada tahun ini, Pemkot Blitar menyalurkan beasiswa kepada 99 mahasiswa dengan total anggaran sekitar Rp375 juta.
Program tersebut tidak hanya berupa bantuan biaya pendidikan, tetapi juga dilengkapi dengan pendampingan sejak tahap persiapan masuk perguruan tinggi.
Syauqul Muhibbin menjelaskan, banyak anak dari keluarga kurang mampu sebenarnya memiliki potensi untuk melanjutkan pendidikan.
Namun, mereka kerap merasa tidak percaya diri karena latar belakang keluarga. “Mereka merasa tidak mungkin bisa kuliah karena orang tuanya rata-rata lulusan SMP atau SMA dan langsung bekerja,” ujarnya, Senin (9/3/2026).
Untuk itu, pemerintah kota menyiapkan program pembekalan bagi para siswa. Dalam program tersebut, para peserta diberikan gambaran mengenai dunia perguruan tinggi sekaligus informasi berbagai jalur beasiswa yang dapat diakses.
“Kita kursuskan mereka lebih dulu, kita beri gambaran tentang perguruan tinggi dan peluang beasiswa. Harapannya mereka punya keyakinan bahwa kuliah itu bisa dicapai,” katanya.
Selain pembekalan, pemerintah kota juga melakukan pendampingan saat proses pendaftaran hingga pencarian beasiswa.
Pemkot Blitar bahkan berkolaborasi dengan berbagai pihak guna membuka akses bantuan pendidikan yang lebih luas.
Menurutnya, sejumlah beasiswa dari pemerintah pusat seperti KIP Kuliah maupun dari lembaga lain dapat dimanfaatkan oleh para siswa.
Jika masih ada yang belum terakomodasi, barulah pemerintah kota membantu melalui anggaran daerah.
“Ada beasiswa dari pemerintah pusat seperti KIP Kuliah dan juga dari lembaga lain. Kalau masih ada yang belum terakomodasi, baru kita bantu melalui anggaran daerah,” jelasnya.
Meski demikian, ia mengakui kemampuan anggaran pemerintah daerah terbatas. Karena itu, pemerintah lebih menitikberatkan pada tahap persiapan dan pendampingan agar para siswa dapat memperoleh beasiswa penuh selama masa kuliah.
“Kita arahkan dan dampingi supaya mereka bisa mendapatkan beasiswa penuh selama empat tahun kuliah,” tambahnya.
Ia berharap program tersebut dapat membuka peluang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk meraih pendidikan tinggi sekaligus memperbaiki masa depan mereka.
“Kesempatan ini harus dimanfaatkan dengan baik. Setelah lulus kuliah, jangan sampai menganggur,” pungkasnya.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.